WallStreetBets, Dalang di Balik Meroketnya Saham GameStop

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 01 Feb 2021 13:12 WIB
Traders work on the trading floor on the final day of trading for the year at the New York Stock Exchange (NYSE) in Manhattan, New York, U.S., December 29, 2017. REUTERS/Andrew Kelly
Ilustrasi/Foto: Reuters
Jakarta -

Hiruk pikuk pergerakan saham GameStop sedang menjadi pembicaraan hangat di seluruh dunia. WallStreetBets menjadi sorotan utama, di mana forum di dalam media sosial Reddit ini menjadi dalangnya.

Forum itu berpindah dari halaman depan Reddit ke halaman depan New York Times dan hampir semua situs berita utama lainnya. Ajakan pembelian saham GameStop dari forum itu membantu menaikkan harga saham pengecer GameStop sebesar 1.700% yang mengejutkan dari awal Januari hingga Rabu pekan lalu.

Salah satu dari sekian banyak investor yang bergabung dalam forum WallStreetBets adalah AJ Vanover, seorang pekerja pada toko baterai di Missouri Amerika Serikat. Vanover benar-benar melihat momentum yang terjadi pada saham GameStop sebagai keuntungan finansial.

"Itu sarana untuk mencapai tujuan menjadi kaya," kata Vanover dilansir dari CNN, Senin (1/2/2021).

Pada pekerjaannya, Vanover hanya bisa menghasilkan sekitar US$ 35.000 setahun. Tetapi pada hari Rabu kemarin, dia melihat dirinya sebagai seorang jutawan dadakan.

Bagaimana tidak, akun Robinhood miliknya telah mendulang keuntungan melebihi US$ 1 juta, tetapi dia belum menguangkannya. Selama berbulan-bulan, Vanover telah mengikuti WallStreetBets dan menjadikan GameStop sebagai permainan utamanya.

Minggu ini, Vanover sedang tidak bekerja, seluruh pegawai di tempat kerjanya dikarantina setelah ada yang tertular COVID-19. Namun, dengan keuntungan yang dia dapatkan sekarang, dia berpikir dirinya tidak akan kembali ke pekerjaan lamanya.

"Aku tahu aku akan berhenti dua minggu lagi," kata Vanover.

Vanover mengatakan dia berencana membantu orang tuanya dengan tagihan rumah mereka, dan dia berniat untuk terus melakukan investasi saham seperti ini.

WallStreetBets bagaikan menjadi acuan bagi para investor ritel ini untuk mengambil tindak tanduk. Seperti Omar misalnya, dia mengatakan dirinya tidak akan mengambil langkah dalam investasinya apabila hal tersebut tidak disebutkan dalam forum.

"Saya tidak akan memperdagangkan opsi jika saya tidak menemukannya dalam WallStreetBets," kata Omar.

Evolusi WallStreetBets dinilai menjadi kekuatan radikalisme keuangan investor ritel yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menawarkan daya pikat keuntungan cepat kaya kepada jutaan audiens yang berkembang pesat.

Masuk ke dalam forum WallStreetBets untuk pertama kalinya dan Anda hampir pasti akan sedikit tersesat. Bahasa forum mungkin sulit dipahami, bahkan bagi seseorang yang mengetahui jargon-jargon khas Wall Street.

Kosakata khusus muncul secara luas, dan hampir tidak akan pernah dijelaskan kepada seorang pemula yang dengan sungguh-sungguh meminta definisi suatu istilah.

Gerakan ini telah menunjukkan bahwa budaya internet dapat mengarah pada perilaku ekstrim hingga membuat ide-ide radikal. Dalam kasus WallStreetBets, ekstremisme memiliki dampak finansial yang nyata.

"Orang-orang ini dapat menggerakkan pasar. Itu bisa jadi masalah besar," kata Jeremy Blackburn, asisten profesor ilmu komputer di Universitas Binghamton yang mempelajari komunitas ekstremis di web.

(hal/eds)