Kenalkan Nama Baru, Saham Bank Syariah Indonesia Naik Jadi Rp 2.770

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 04 Feb 2021 09:45 WIB
Bank Syariah Indonesia
Foto: Angga Aliya Firdaus
Jakarta -

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkenalkan nama baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada seremonial pembukaan perdagangan saham hari ini. Emiten dengan kode saham BRIS ini adalah penggabungan 3 bank syariah milik bank pelat merah.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Direktur Utama (Dirut) BEI Inarno, serta Dirut BSI Hery Gunardi.

"Dapat Kami laporkan bahwa tanggal 1 Februari 2021 yang lalu bank hasil penggabungan dengan nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk telah diresmikan oleh Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia, serta mulai operasi dengan nama dan identitas baru," kata Hery dalam sambutannya yang tayang virtual, Kamis (4/2/2021).

Dalam perkenalan nama baru ini, saham BRIS naik 0,73% atau 20 poin dari Rp 2.750 ke level Rp 2.770 per lembar pada pembukaan perdagangan pagi ini.

"Pada kesempatan ini kami laporkan bahwa harga saham BRIS pada saat IPO itu sebesar Rp 510, sedangkan per tanggal 3 Februari 2021 kemarin harga di Bursa mencapai Rp 2.750. Artinya harga saham ini naik sekitar 5 kali lipat dibandingkan dengan posisi saat IPO," sebutnya.

Dia menjelaskan, sebagai bank hasil penggabungan, posisi Desember 2020 yang lalu, Bank Syariah Indonesia memiliki total aset sebesar Rp 240 triliun, total pembiayaan sebesar Rp 157 triliun, total dana pihak ketiga mencapai Rp 210 triliun, serta total modal inti sebesar Rp 22,60 triliun.

Bank Syariah Indonesia juga memiliki lebih dari 1.200 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, dan kurang lebih 20 ribu karyawan.

Selain itu, market kapitalisasi BRIS pada saat IPO hanya sebesar Rp 4,96 triliun. Per 3 Februari 2021, dengan tambahan saham dari 2 bank lain, market capital BRIS naik puluhan kali lipat mencapai sebesar Rp 112,8 triliun.

Untuk diketahui BSI adalah penggabungan PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS), PT Bank BNI Syariah (BNIS), dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM).

"Melihat kinerja saham BRIS yang positif di tengah pandemi, kami berharap BRIS dapat menjadi primadona di Bursa serta dapat masuk ke dalam Indeks IDX BUMN 20. Selain itu kami berharap kinerja ini semakin mendorong dan menginspirasi sektor keuangan dan perusahaan keuangan syariah, tentunya untuk melantai di Bursa," tambahnya.

Saksikan juga Video 'Jokowi ke Bank Syariah: Sambut Baik Nasabah Nonmuslim, Gaet Milenial':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/zlf)