BUMN Ditunggu-tunggu Masuk Pasar Modal, Ini Alasannya

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 07 Feb 2021 14:00 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kedatangan BUMN ke pasar modal selalu menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh para investor. Gayung bersambut, belum lama ini Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bahwa akan ada sekitar 12 perusahaan negara melantai di pasar modal.

Lalu apa sebenarnya yang membuat BUMN spesial dan selalu dinantikan para investor?

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan BUMN dan entitas anak yang sudah mejeng di pasar modal kebanyakan memiliki kinerja yang baik. Bahkan ada 5 BUMN dan anak usahanya yang masuk dalam daftar emiten berkapitalisasi jumbo.

"Saat ini sudah tercatat 15 BUMN dan 21 anak BUMN, di mana dari top 20 kapitalisasi pasar seluruh perusahaan yang tercatat di BEI terdapat 5 BUMN dan Anak BUMN yang masuk ke dalam daftar tersebut," tuturnya kepada awak media seperti dikutip Minggu (7/2/2021).

Jika dilihat secara fundamental menurut Nyoman emiten BUMN dan anak BUMN mencatatkan kinerja keuangan yang baik. Sejak IPO, rata-rata perusahaan mencatatkan kenaikan performa yang cukup signifikan dari sisi pertumbuhan aset, pendapatan dan juga laba bersih.

"Selain sisi fundamental, kinerja emiten BUMN juga tercermin dari valuasi perusahaan-perusahaan tersebut di pasar, dimana rata-rata perusahaan tercatat BUMN dan anak BUMN mencatatkan valuasi yang terus bertumbuh secara jangka panjang sejak IPO," tuturnya.

Sebelumnya, Erick mengatakan ada 12 perusahaan negara yang siap IPO. Sayang, Erick belum mau merincikan identitas BUMN apa saja yang akan dibawa melantai di bursa.

"Kita akan me-listing-kan lebih banyak BUMN lagi, anaknya atau cucunya. Di pipeline saya nggak mau bilang angka fix-nya, nanti dicari-cari, tapi ada 8 sampai 12 yang kita akan go public-kan," kata dia dalam seremonial perkenalan nama baru PT Bank Syariah Indonesia Tbk di BEI, Kamis (4/2/2021).

Saksikan juga 'OJK Sebut Pasar Modal Indonesia Mulai Bangkit':

[Gambas:Video 20detik]



(das/zlf)