Reli Berlanjut... Saham BANK, BGTG, BACA dkk Meroket Gila-gilaan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 25 Feb 2021 10:41 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Saham-saham bank mini meneruskan tren positifnya pagi ini. Pada pembukaan perdagangan hari ini saham-saham bank mini kompak melesat ke zona hijau.

Dilihat dari data perdagangan RTI, Kamis (25/2/2021), saham Bank Capital Indonesia (BACA) melesat 25% ke level Rp 775 per lembar saham. Kenaikan yang sama terjadi pada Bank Harda Internasional (BBHI) yang mengalami penguatan 25% menuju level Rp 1.325 per lembar saham.

Selanjutnya ada Bank Artha Graha Internasional (INPC) yang menguat 21% ke level Rp 152 per lembar saham. Kemudian, Bank Ganesha (BGTG) sahamnya juga naik 16% menuju level Rp 151 per lembar saham.

Bank Net Indonesia (BANK) juga tak mau ketinggalan, sahamnya naik 14% menuju level Rp 2.040 per lembar saham. Bank MNC Internasional (BABP) pun menguat sebesar 12% menuju level Rp 70 per lembar saham, dan Bank KB Bukopin (BBKP) naik 6% ke level Rp 600 per lembar saham.

Sentimen pembentukan bank digital menjadi pemicu utama saham-saham bank mini berada di zona hijau. Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan saham bank-bank mini ini banyak menjadi incaran investor karena kemungkinan akan banyak aksi korporasi dalam persiapan menjadi bank digital.

"Sentimen bank digital, merger, dan akuisisi juga. Jadi bank-bank kecil mulai dibeli dengan spekulasi atas kemungkinan adanya aksi korporasi tersebut," kata William kepada detikcom.

Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali juga mengatakan sentimen bank digital menjadi pemicu utama naiknya saham bank-bank mini ini. Dia mengatakan saat ini sedang terjadi tren akuisisi bank mini untuk menjadi bank digital.

"Sentimen utama, adanya spekulasi trend akuisisi bank untuk digital banking, sehingga bank dengan nilai buku yang masih relatif kecil menjadi sasaran. Apalagi yang memiliki infrastruktur yang disiapkan untuk ke digital banking," ungkap Frederik.

Sebagai informasi, bank mini sendiri adalah bank-bank yang masuk ke dalam kategori bank BUKU II. Bank-bank ini memiliki modal inti yang relatif kecil, antara Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun. Saham bank-bank ini lah yang terus naik.

Simak juga Video: Saran Perencana Keuangan Aidil Akbar Jika Rugi Investasi Saham

[Gambas:Video 20detik]



(hal/fdl)