Saham ANTM cs Sempat Berguguran Usai Elon Musk Pilih Nikel Kaledonia

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 09 Mar 2021 11:24 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kepulauan Kaledonia dipilih oleh perusahaan mobil listrik milik Elon Musk untuk menjadi mitra. Perusahaan tersebut memilih tambang di Kaledonia untuk menjadi suplai nikelnya.

Dikutip dari bbc.com disebutkan jika kerja sama ini dilakukan sebagai cara untuk mengamankan pasokan dalam jangka panjang. Seiring dengan kabar tersebut, saham-saham dari emiten pertambangan sempat melemah pagi tadi. Meskipun jelang jeda siang kembali ke zona hijau.

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hingga 1 jam jelang penutupan sesi I mengalami kenaikan 0,44% ke posisi Rp 2.290. Namun pagi tadi saham ANTM sempat melemah ke level Rp 2.200.

Selain ANTM, saham-saham yang terkena sentimen nikel Kaledonia ialah PT Timah Tbk (TINS) mengalami kenaikan 0,56% ke posisi Rp 1.800. TINS juga sempat melemah pagi tadi ke level Rp 1.735.

Sedangkan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sejak pagi tadi terus bergerak di zona merah. Tercatat saham INCO melemah 3,31% ke posisi Rp 4.670.

Dikutip dari bbc.com disebutkan jika kerja sama ini dilakukan sebagai cara untuk mengamankan pasokan dalam jangka panjang. "Nikel menjadi perhatian terbesar kami untuk meningkatkan produksi sel lithium-ion," ujar Musk di akun Twitternya bulan lalu.

Cadangan nikel di Kaledonia ini merupakan komoditas penting untuk perekonomian lokal dan tambang Goro.

Simak juga Video: Membaca Dampak yang Timbul Usai Elon Musk Investasi ke Bitcoin

[Gambas:Video 20detik]



Dikutip dari Forbes Musk sangat senang dengan penurunan harga nikel. Namun kebahagiaan Musk ini diprediksi tidak akan bertahan lama. Memang selama beberapa hari terakhir harga nikel di London Metal Exchange turun 16% dari posisi US$ 19.500 per ton menjadi US$ 16.393 per ton. Hal ini disebabkan karena perusahaan pembuat baja China mengumumkan rencananya untuk menaikkan produksi nikel kelas baterai.

Tak lama setelah tweet Musk soal nikel. Grup Holding Tsingshan China mengumumkan jika mereka mulai memproduksi nikel berkadar baterai dari bijih saprolit berkadar rendah. Ini merupakan terobosan yang bisa mengancam pasar nikel.

Tsingshan ini akan memproduksi sekitar 75.000 ton nikel per tahun dan kemudian dikonversi menjadi nikel sulfat untuk produsen baterai.

(das/fdl)