Stimulus Jumbo Diteken, Wall Street Pun Terbang

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 12 Mar 2021 09:38 WIB
Traders work on the trading floor on the final day of trading for the year at the New York Stock Exchange (NYSE) in Manhattan, New York, U.S., December 29, 2017. REUTERS/Andrew Kelly
Foto: Reuters
Jakarta -

Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup cerah pada perdagangan saham Kamis. Dow Jones naik 0,6% atau 189 poin, S&P naik 1% dan Nasdaq naik 2,5%.

Dikutip dari CNN, Jumat (12/3/2021), cerahnya bursa AS karena investor optimistis. Sebab, paket stimulus jumbo sebesar US$ 1,9 triliun disahkan di Kongres minggu ini dan telah diteken menjadi Undang-undang oleh Presiden AS Joe Biden.

"Tren terkait COVID terus menunjukkan peningkatan baik secara nasional dan internasional, dosis vaksin terus menumpuk di seluruh negeri," kata Paul Hickey dari Bespoke Investment.

Imbal hasil obligasi yang naik baru-baru ini dan menimbulkan kekhawatiran akan lonjakan inflasi indikasinya terhadap kenaikan suku bunga juga telah reda. Ketakutan tersebut diredakan sebagian oleh laporan inflasi hari Rabu, yang sejalan dengan ekspektasi para ekonom.

Imbal hasil Treasury AS 10 tahun naik 0,01% menjadi 1,53% di waktu penutupan pasar saham pada hari Kamis. Hasil dan harga obligasi bergerak berlawanan satu sama lain.

"Menjadi jelas bahwa investor tidak yakin apa yang harus dilakukan dengan saham pada level ini," tulis Fawad Razaqzada, analis pasar di Think Markets, dalam catatan kepada klien.

"Beberapa masih ingin terus membeli ekuitas, terutama yang sensitif terhadap ekonomi, menjelang datangnya pemeriksaan stimulus. Sementara yang lain dengan senang hati membukukan keuntungan setelah reli yang luar biasa selama setahun terakhir ini," tambahnya.

Lihat juga video 'Pengangguran Membeludak, Stimulus 1,9 T Dolar AS Joe Biden Dinanti':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/eds)