Wall Street Setia Hijau Menanti Dampak Stimulus Jumbo AS

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 16 Mar 2021 09:00 WIB
Gedung saham New York atau yang dikenal sebagai Bursa Saham Wall Street
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Wall Street tercatat mengalami peningkatan pada Senin (15/3). Bahkan indeks S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi.

Kenaikan ini terjadi karena investor menunggu Federal Reserve untuk penetapan suku bunga akibat stimulus fiskal besar-besaran yang digelontorkan beberapa waktu lalu.

Memang pandemi COVID-19 yang terjadi sebelumnya membuat industri penerbangan babak belur. Namun kini maskapai penerbangan bisa bernafas lega pasalnya Delta Air Lines, Southwest Airlines dan JetBlue Airways telah mendapatkan banyak booking kursi untuk liburan.

Selain sentimen tersebut, proses vaksinasi massal ini juga turut menciptakan optimisme perekonomian. Apalagi untuk saham industri keuangan bank, energi dan perusahaan material.

CEO AXS Investments Greg Bassuk mengungkapkan sentimen positif vaksin dan stimulus ini akan menggerakkan saham-saham yang sebelumnya stagnan. "Kami optimis layanan keuangan dan energi bisa meningkat," ujar dia, dikutip dari Reuters, Selasa (16/3/2021).

Bank sentral AS memproyeksi ekonomi AS akan tumbuh pada tahun 2021. Stance kebijakan yang diambil oleh Fed adalah dovish untuk beberapa waktu ke depan.

Dow Jones Industrial Average tercatat naik 173,64 poin atau 0,53% menjadi 32.952,28. Kemudian S&P 500 naik 25,43 poin atau 0,64% menjadi 3.968,77. Lalu Nasdaq Composite naik 139,84 poin atau 1,05% menjadi 13.459,71.

Ada beberapa saham yang tercatat mengalami peningkatan seperti Tesla. Namun Eli Liy and Co merosot setelah uji coba obat Alzheimeir yang disebut segera mendapatkan persetujuan.

Simak video 'Pengangguran Membeludak, Stimulus 1,9 T Dolar AS Joe Biden Dinanti':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)