Perhatikan Nih! Tips Main Saham Biar Nggak Amsyong

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 23 Mar 2021 11:42 WIB
Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melejit pada perdagangan Selasa (5/1/2021) gegara Raffi Ahmad dan Ari Lasso mempromosikannya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Muncul kasus bunuh diri karena main saham. Kali ini, dialami oleh seorang pria berinisial A (27) tewas setelah loncat dari lantai 23 apartemen di Setiabudi, Jakarta Selatan, kemarin Senin (22/3). Untuk menghindari nasib serupa, perlu dipahami beberapa tips dasar dalam bermain saham.

Tips utama yang perlu diterapkan bagi investor pemula, menurut Menurut Chairman & President Asosiasi Perencana Keuangan IARFC (International Association of Register Financial Consultant) Indonesia, Aidil Akbar adalah mengenali dulu apa itu saham dan ilmu-ilmu dasar lainnya tentang saham.

"Kalau mau main saham nomor satu yang harus ngerti dulu saham itu apa, kenapa main saham, tujuannya buat apa, yang dibeli saham apa, ngerti dulu fundamentalnya, teknikalnya, baru bisa bermain saham," ujar Aidil kepada detikcom, Selasa (23/3/2021).

Hal lain yang perlu diingat adalah jangan pernah menggunakan selain uang dingin saat main saham. Apalagi pakai uang pinjaman atau utang.

"Jangan main saham menggunakan uang pinjaman, itu sudah pasti, yang banyak rugi dan bikin stress itu kan kalau pakai uang pinjaman, jadi ya jangan pakai pinjaman, pakai margin," imbaunya.

Sementara Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan bila sudah terlanjur rugi membeli saham tertentu, cek lagi kinerja sahamnya. Apabila tidak memungkinkan untuk bisa tumbuh lagi, ada baiknya dijual rugi secepatnya. "Jika tidak memungkinkan untuk bisa tumbuh boleh dilepas saja," kata Sukarno.

Namun, jika ada kemungkinan untuk tumbuh dalam jangka panjang, ada baiknya ditahan dulu.

"Jika memiliki prospek kita bisa hold dan di saat kondisi teknikal sudah mulai ada sinyal untuk kembali tren bullish boleh akumulasi buy agar average buy jadi lebih rendah dan kita tidak harus menunggu lama untuk kembali harga BEP-nya (Break Even Point)," timpalnya.

Simak video 'Pemerintah Diminta Atur Kriteria Pembicara Saham':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)