Ini Risiko dan Tips Lengkap Main Saham, Jangan Sampai Modar!

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 23 Mar 2021 21:00 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Berinvestasi saham tak selamanya bisa membawa cuan buat para pemainnya. Tak jarang ada yang portofolionya kebakaran, bahkan ada juga yang sampai bunuh diri karenanya.

Menurut Chairman & President Asosiasi Perencana Keuangan IARFC (International Association of Register Financial Consultant) Indonesia, Aidil Akbar, kasus bunuh diri gegara rugi main saham sebenarnya bukanlah hal baru. Sebelumnya, sudah sering terjadi hal serupa.

"Kalau memang benar dia (bunuh diri karena) main saham, maka dia bukan korban pertama, karena dulu sebelum-sebelumnya sudah sering orang bunuh diri karena saham. Dan modusnya biasanya sama, mereka lompat dari gedung," ungkap Aidil kepada detikcom, Selasa (23/3/2021).

Penyebabnya bila dilihat dari kasus-kasus bunuh diri sebelumnya, tidak lain karena uang yang dipakai untuk main saham biasanya bukan uang pribadi. Biasanya uang yang dipakai adalah uang orang lain atau utang.

Untuk itu, Aidil mewanti-wanti masyarakat terutama yang baru mau terjun ke investasi saham untuk lebih mengenali dulu apa itu saham dan ilmu-ilmu dasar terkait investasi di pasar modal.

Selain itu, harus paham betul risiko-risiko terburuk yang bisa terjadi di pasar modal. Menurut Aidil, risiko terburuk saat berani investasi di pasar modal adalah kehilangan sebagian besar uang yang ditaruh di saham tersebut. Namun, menurut Aidil, kasus rugi besar seperti ini hanya terjadi pada saham-saham gorengan atau saham lapis ketiga.

"Kerugiannya ya bisa sebagian besar uangnya bisa hilang, semuanya juga bisa hilang, meskipun ada yang bilang, oh nilai saham paling kecil Rp 50, tapi kan itu tidak bisa dijual. Dijualnya harus di pasar nego, kalau di pasar nego kan berarti harganya kan tergantung yang mau beli saja, tapi ya sebetulnya uangnya bisa hilang 100% atau 99% lah bisa hilang," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3