Debut di Pasar Modal, Saham Kurir Makanan Online Ini Anjlok 30%

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 01 Apr 2021 10:45 WIB
Bursa Saham London
Ilustrasi/Foto: Reuters
Jakarta -

Perusahaan pengiriman makanan online asal Inggris, Deliveroo mengalami kerugian saat penawaran umum perdana (IPO) di bursa saham London. Sahamnya anjlok hampir 30% dan menghapus US$ 3,2 miliar setara Rp 46 triliun dari nilai perusahaan.

Dikutip dari CNN, Kamis (1/4/2021) Saham terakhir diperdagangkan sekitar US$ 3,94, turun 27% di bawah harga saat saham terdaftar. Deliveroo telah menetapkan harga IPO US$ 5,36 per saham. Menurut penyedia data Dealogic, kerugian itu menjadi yang terburuk untuk IPO besar di bursa saham London.

Untuk rencananya IPO-nya, perusahaan mendapatkan modal dari raksasa e-commerce Amazon US$ 10,5 miliar menjadikannya perusahaan terbesar yang go public di London.

Amazon (AMZN) memiliki 16% Deliveroo setelah investasinya dihapus oleh regulator antitrust Inggris tahun lalu. JPMorgan Chase (JPM) dan Goldman Sachs (GS) menjadi penasihat perbankan investasi utama di IPO Deliveroo.

Menurut analis ekuitas di Hargreaves-Lansdown, Sophie Lund-Yates gagalnya IPO Deliveroo disebabkan oleh kekhawatiran investor dengan prospek kerja perusahaan yang diprediksi menurun seiring restoran mulai buka kembali. Deliveroo juga disebut belum mendapatkan keuntungan

"Jika dipaksa untuk menawarkan tunjangan karyawan yang lebih tradisional, seperti kontribusi pensiun perusahaan, margin Deliveroo yang sudah tipis akan sulit untuk naik, dan jalan menuju profitabilitas akan terlihat sangat sulit," katanya.

Beberapa investor institusional besar, termasuk Aberdeen dan BMO Global Asset Management, pekan lalu mengatakan akan berpartisipasi dalam IPO Deliveroo karena mereka memiliki kekhawatiran tentang persaingan dan regulasi, dan cara perusahaan memperlakukan pengendara pengirimannya.

London sendiri kehilangan mahkotanya sebagai pusat perdagangan saham terbesar di Eropa ke Amsterdam tahun ini. Brexit telah memaksa bank untuk merelokasi beberapa aktivitas dari London.

Simak juga video 'Pemerintah Diminta Atur Kriteria Pembicara Saham':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)