Didemo Karyawan, KFC Sudah 'Berdarah-darah' Selama Pandemi

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 15 Apr 2021 08:00 WIB
Restoran cepat saji  ayam goreng kfc. dikhy sasra /ilustrasi/ detikfoto
Foto: dikhy sasra
Jakarta -

PT Fast Food Indonesia Tbk, pemegang hak waralaba tunggal merek KFC Indonesia didera kabar miring. Kantor pusatnya di MT Haryono, Jakarta Pusat baru-baru ini didemo karyawan yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) dengan alasan telah lama upah mereka dipotong sepihak dan THR tak dibayar sebagaimana mestinya.

Mengutip laporan keuangan perusahaan yang disampaikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/4/2021), dari awal tahun sampai September 2020, emiten berkode saham FAST ini mencatatkan rugi hingga Rp 298,33 miliar atau nyaris dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat laba rugi sebesar Rp 175,69 miliar.

Kerugian terjadi seiring dengan pendapatan yang juga terkoreksi cukup dalam dari sebesar Rp 5,01 triliun menjadi Rp 3,58 triliun (periode Januari-September 2019 dibanding 2020).

Penurunan terjadi di semua sumber pendapatan KFC, mulai pendapatan dari makanan dan minuman turun dari Rp 4,93 triliun menjadi Rp 3,54 triliun. Lalu, pendapatan dari jualan konsinyasi CD juga turun dari Rp 68,8 miliar menjadi Rp 41,49 miliar dan pendapatan dari jasa layanan antar dari Rp 5,49 miliar menjadi Rp 3,55 miliar.

Selama periode itu, tampak perusahaan berupaya melakukan efisiensi salah satunya terlihat dari beban operasional gaji karyawan terlihat menurun dari periode yang sama tahun sebelumnya. Beban gaji di segmen penjualan dan distribusi berkurang dari Rp 675 miliar menjadi Rp 671,7 miliar, demikian juga beban gaji di segmen umum dan administrasi berkurang dari Rp 269,58 miliar menjadi Rp 265,52 miliar.

Perseroan memang melaporkan adanya pengurangan karyawan tetap sepanjang periode tersebut, dari awalnya sebanyak 16.968 orang sampai akhir 2019, menjadi hanya 16.075 orang sampai 30 September 2020. Namun, tak dijelaskan pengurangan karyawan tetap apakah dengan PHK atau mengundurkan diri secara sukarela.

Tak hanya itu, gerai KFC pun berkurang dari 748 gerai menjadi 738 gerai atau berkurang sebanyak 10 gerai. Jumlah ini belum mewakili laporan terbaru hingga Desember 2020 sebab memang perusahaan belum menyampaikannya ke otoritas bursa.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Lihat Video: 33 Gerai KFC di Bandara dan Stasiun Tutup Sementara

[Gambas:Video 20detik]