BEI Kaji Aturan Market Maker, buat Apa?

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 22 Apr 2021 18:40 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengkaji aturan mengenai Penyedia Likuiditas / Market Maker. Peraturan yang tengah dikerjakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Pasar Modal Indonesia.

Penyedia Likuiditas / Market Maker adalah pihak yang mendapatkan izin dari bursa untuk selalu menyediakan kuotasi bid and offer saham dengan kategori tertentu dalam jumlah yang memadai.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo mengatakan, upaya perampungan aturan Penyedia Likuiditas / Market Maker ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap Pasar Modal Indonesia.

"Hal yang sedang kita pikirkan adalah kebijakan mengenai Penyedia Likuiditas / Market Maker" ujarnya dalam IG Live bersama Ellen May dengan tema "Fenomena Booming Investor Ritel," Selasa (20/4/2021).

Laksono mengungkapkan, otoritas bursa akan menawarkan broker atau perusahaan sekuritas untuk menjadi Penyedia Likuiditas / Market Maker. Nantinya Penyedia Likuiditas / Market Maker akan bertindak sebagai pembeli dan penjual siaga (standby buyer and seller) untuk saham perusahaan yang telah ditentukan bursa.

"Penyedia Likuiditas / Market Maker yang telah ditunjuk oleh bursa akan selalu menyediakan kuotasi bid and offer dalam jumlah yang memadai. Sehingga sahamnya jadi ramai diperdagangkan," tuturnya.

Dengan aturan ini, kata Laksono, diharapkan juga akan mendukung kinerja saham-saham dari perusahaan yang memiliki fundamental yang bagus, tetapi kurang populer, dan selama ini perdagangan sahamnya tidak likuid atau cenderung stagnan.

"Penyedia Likuiditas / Market Maker ini bisa melakukan tindakan-tindakan yang dapat meningkatkan likuiditas saham perusahaan yang kurang terkenal tapi fundamentalnya bagus," ucapnya.

Laksono mengatakan, aturan mengenai Penyedia Likuiditas / Market Maker ini sudah diimplementasikan di banyak negara di dunia. Oleh karena itu, ia berharap penyusunan aturan ini dapat segera diselesaikan dan ditindak lanjuti dengan rule making rule ke pelaku.

"Saya harap aturan Penyedia Likuiditas / Market Maker ini dapat segera rampung untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia," pungkasnya.

(dna/dna)