'Tutorial' Beli Saham

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 25 Apr 2021 20:33 WIB
Stock exchange market concept, businesswoman trader looking on smartphone with graphs analysis candle line on sofa in house, diagrams on screen.
Foto: iStock
Jakarta -

Investasi saham di pasar modal tidak semudah yang dibayangkan. Cerita kesuksesan berbagai investor yang pernah kalian baca adalah hasil dari pengalaman panjang.

Memilih saham tidak bisa sembarangan tentunya. Jika asal dalam bukannya untung yang didapat malah buntung. Perlu dipahami bahwa pasar modal bukan tempat untuk bermain-main.

Meski begitu, untuk mulai berinvestasi dengan membeli saham di pasar modal sudah semakin mudah. Pertama tentu harus mulai dengan membuka rekening saham melalui sekuritas.

Sekuritas sendiri saat ini jumlahnya sangat banyak. Mereka memiliki karakter, kekurangan, dan kelebihan masing-masing. Namun secara fungsi tetap sama. Lalu bagaimana cara memilih sekuritas?

Mengutip akun Instagram Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (25/4/2021), memilih sekuritas harus disesuaikan dengan dengan kebutuhan. Berikut tipsnya:

1. Perhatikan jasa yang ditawarkan, apakah mengakomodir hal yang kamu butuhkan? Seperti tim analis andal yang analisa pasarnya bagus, atau menyediakan kelas edukasi untuk investornya.

2. Cari tahu mengenai fee transaksi yang di-charge kepada investor karena fee transaksi setiap sekuritas berbeda-beda, ada yang lebih murah tapi jangan sampai mengorbankan fasilitas yang kamu dapat.

3. Apakah mereka menyediakan aplikasi online trading? Tujuannya adalah untuk memudahkan kamu dalam bertransaksi

4. Pastikan Perusahaan Sekuritas tersebut merupakan Anggota Bursa BEI dan juga memiliki ijin dari OJK @ojkindonesia

5. Track record yang baik juga penting agar kamu lebih nyaman berinvestasi.

Jika sudah memilih sekuritas, Anda bisa mendatangi langsung kantor cabangnya untuk proses pembuatan akun saham termasuk rekening. Biasanya ada beberapa persyaratan seperti KTP, NPWP, data alamat tempat tinggal, data pekerjaan atau usaha hingga rekening buku tabungan.

Kemudian akan ada beberapa lembar formulir aplikasi pembukaan rekening yang harus diisi. Jika Anda takut keluar rumah karena masih pandemi COVID-19, pembukaan rekening juga bisa dilakukan secara online dengan persyaratan yang sama.

Setelah proses pendaftaran selesai Anda akan mendapatkan beberapa data seperti client ID, nomor kustodian, hingga nomor SID (Single Investor Identification). Selain itu Anda juga akan mendapatkan data untuk masuk ke aplikasi yang dimiliki sekuritas berupa user ID, password yang harus Anda ubah tentunya, serta PIN verifikasi.

PIN itu akan menjadi penting. Seperti di aplikasi milik Mandiri Sekuritas, MOST, misalnya setiap kali Anda ingin melakukan aksi jual dan beli ataupun membuka daftar portofolio harus memasukkan PIN tersebut.

Nah setelah semua sudah beres, hal selanjutnya adalah transfer dana ke rekening yang tersambung dengan aplikasi trading tersebut. Biasanya untuk pembukaan pertama perusahaan sekuritas menerapkan setoran awal yang berbeda-beda bisa Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Tapi angkanya tentu bisa saja berbeda tergantung kebijakan perusahaan sekuritas.

(das/dna)