Bisa Bikin Kaya Raya, Apa Saja Untung-Rugi Investasi Saham?

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 26 Apr 2021 15:36 WIB
FRANKFURT AM MAIN, GERMANY - FEBRUARY 10:  An Index board is pictured during a trading session at the Frankfurt Stock Exchange on February 10, 2011 in Frankfurt am Main, Germany. According to media reports Deutsche Boerse, which owns the Frankfurt exchange, is in talks to buy NYSE Euronext, which owns the New York Stock Exchange as well as exchanges in Paris, Lisbon, Amsterdam and Brussels. Should the acquisition go through the new company would be home to publicly traded companies worth USD 15 trillion, or about 28 percent of global stock-market value.  (Photo by Ralph Orlowski/Getty Images)
Ilustrasi/Foto: Getty Images/Ralph Orlowski
Jakarta -

Ada banyak cerita tentang bagaimana seseorang bisa kaya raya dengan berinvestasi saham. Warren Buffet adalah salah satu yang paling populer kita tahu menjadi kaya raya dengan berinvestasi di instrumen investasi ini.

Saham sendiri merupakan salah satu instrumen investasi dengan risiko yang tinggi. Sebab transaksinya di bursa saham atau pasar modal. Saham diperdagangkan melalui mekanisme pasar.

Oleh karena dapat ditransaksikan ,maka harga atau nilai dari saham tersebut dapat mengalami perubahan seiring mekanisme perdagangan. Dari transaksi tersebut timbul volume dan frekuensi perdagangan.

Untuk membeli saham sebagai investasi, Analis CSA Research Institute, Reza Priyambada mengatakan sebaiknya calon investor harus mengetahui segala bentuk keuntungan dan juga risiko dari saham.

"Karena yang menjadi perbedaan saham dengan investasi lainnya adalah underlying dari saham tersebut yaitu kinerja perusahaan," kata Reza saat dihubungi detikcom, Jakarta, Senin (26/4/2021).

Naik atau turunnya harga saham, dikatakan Reza nantinya akan ditentukan dari kinerja si perusahaan tersebut.

"Oleh karena kinerja ini yang menentukan apakah nilai dari saham tersebut dapat mengalami peningkatan maupun penurunan. Di sisi lain, saham juga merupakan kepemilikan atas suatu perusahaan sehingga berinvestasi di saham berarti ikut memiliki perusahaan tersebut," jelasnya.

Dari sisi keuntungan, Reza mengatakan investasi saham bisa didapat dari kenaikan harga saham itu sendiri, dividen dari perusahaan yang sahamnya kita beli atau investasikan. Namun perlu diketahui, besaran dividen yang didapat seseorang yang sudah menginvestasikan uangnya di saham juga ditentukan seberapa banyak dia memiliki saham suatu perusahaan.

Sementara dari sisi risikonya, dikatakan Reza adalah terjadinya penurunan harga dan dilikuidasinya perusahaan yang sahamnya kita sudah beli atau investasikan. Jika sudah dilikuidasi maka saham tersebut tidak bisa diperdagangkan lagi. Dengan begitu, maka para investor dipastikan merugi.

"Selain itu, dimungkinkan investor tidak memperoleh laba meski perusahaan tercatat untung. Lalu, risiko lainnya ialah dimungkinkan perusahaan mengalami penurunan kinerja baik karena faktor ekonomi dan industri maupun karena salah pengelolaan yang mengakibatkan perusahaan mengalami penurunan," kata Reza.

"Oleh karena itu, tentunya sebagai investor harus jeli dan melihat berbagai aspek mulai dari pemberitaan, laporan Keuangan, kondisi industri, hingga latar belakang Manajemen perusahaan, dan GCG perusahaan tersebut sehingga kita dapat mengantisipasi berbagai risiko yang muncul dari instrumen investasi ini," tambahnya.

Mengetahui arti dari kata saham juga bisa menjadi bekal bagi masyarakat yang ingin menyisihkan sebagian penghasilannya untuk berinvestasi di saham. Saham adalah suatu bukti kepemilikan atas suatu usaha. Saham juga dikenal sebagai salah satu instrumen investasi.

(hek/eds)