Cari Modal Rp 500 M, Anak Usaha Adhi Karya Terbitkan Surat Utang

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 12 Mei 2021 19:01 WIB
Walikota Bekasi, Rahmat Effendi melakukan Groundbreaking pembangunan apartemen di Kawasan LRT City JatiCempaka-Gateway Park, Kota Bekasi.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT Adhi Commuter Properti melaporkan obligasi yang telah diterbitkan sudah terserap Rp 337 miliar. Anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk atau ADHI telah menerbitkan obligasi I Adhi Commuter Rp 500 miliar dengan kupon hingga 11%.

Obligasi yang diterbitkan ini terdiri dari dua seri, yaitu Seri A dengan tenor 367 hari dan Seri B dengan tenor 3 tahun. Obligasi perdana yang diterbitkan ADCP ini memperoleh hasil pemeringkatan Triple B dari Pefindo. Seluruh dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai belanja modal dalam upaya menambah portofolio dan melakukan ekspansi usaha.

"Pada masa bookbuilding (minggu 2-3 April 2021) telah terserap dengan nilai total Rp 337.000.000.000. Dengan rincian Seri A sebanyak Rp 328.000.000.000 dan Seri B sebanyak Rp 9.000.000.000," kata Direktur Utama ADCP, Rizkan Firman dalam keterangan resminya yang dikutip, Rabu (12/5/2021).

Saat ini, Firman menyebut proses penyerapan tersebut masuk dalam tahap penawaran umum dengan best effort senilai Rp 163 miliar. Menurutnya, respon pada masa penawaran umum ini berjalan baik, ditandai dengan telah didapatkannya standby investor yang akan mengambil keseluruhan nilai best effort yang ditawarkan. Melihat animo positif dari penerbitan surat utang ini ADCP optimis oversubscribe terhadap target.

"Respon baik ini menunjukkan market optimis terhadap konsep pengembangan kawasan berbasis TOD yang fokus digarap ADCP ini. Terlebih konsep properti berbasis integrasi dengan transportasi massal ini sudah terbukti sukses dikembangkan di manca negara termasuk di beberapa negara tetangga dengan pertumbuhan nilai properti dan bisnis yang tinggi, serta sekaligus mendukung perencanaan dan penataan kota yang lebih baik," tambahnya.

ADCP, dikatakan Firman menangkap peluang pengembangan sejumlah kawasan properti di titik stasiun LRT Jabodebek melalui produk LRT City dan Adhi City. ADCP juga telah mengembangkan kawasan properti berbasis transportasi massal lainnya seperti di titik stasiun Commuter Line dan Pool Bus Transjakarta. Sampai saat ini ADCP telah mengembangkan 12 kawasan properti berbasis transportasi massal di Jabodetabek, dengan landbank mencapai 140 hektare.

Perlu diketahui, konsep pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) salah satunya memberikan kemudahan akses untuk menggunakan transportasi massal yang saat ini sudah saling berintegrasi antar moda transportasi, dan juga memberikan efisiensi secara waktu dan biaya dalam aktivitas pengguna maupun penghuni properti di kawasan TOD.

"Sehingga minat masyarakat untuk tinggal di kawasan berorientasi TOD di kota Megapolitan Jabodetabek belakangan ini semakin meningkat," ujarnya.

Seiring dengan mulai pulihnya kondisi perekonomian yang ditandai dengan meredanya pandemi COBId-19, program vaksinasi dan stimulus-stimulus dari Pemerintah di bidang properti, Adhi Commuter Properti, kata Firman, terus melanjutkan pengembangan di kawasan tersebut. Perseroan memperkirakan pertumbuhan permintaan di kawasan ini akan lebih baik, terlihat pada hasil kinerja ADCP yang mencatat pertumbuhan positif pada Kuartal I-2021.

Bunga obligasi, menurut Firman, akan dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi. Pembayaran bunga obligasi akan dilakukan pada tanggal 20 Agustus 2021, sedangkan pembayaran obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi masing-masing adalah tanggal 27 Mei 2022 untuk obligasi Seri A dan 20 Mei 2024 untuk obligasi Seri B.

PT Sucor Sekuritas dan PT Aldiracitra Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi obligasi, sedangkan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) ditunjuk sebagai Wali Amanah dalam penerbitan obligasi I Adhi Commuter tersebut. Adapun pada tanggal 7 Mei 2021 ADCP telah mendapatkan pernyataan efektif oleh OJK, dan mulai dari tanggal 11-17 Mei 2021 akan diadakan masa penawaran umum, serta direncanakan pendistribusian obligasi pada tanggal 20 Mei 2021.

(hek/hns)