Langganan Streamingnya Mulai Merosot, Saham Disney Anjlok

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 14 Mei 2021 12:15 WIB
Disney Plus Hotstar
Ilustrasi/Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Kinerja keuangan Walt Disney belum beruntung pada kuartal I-2021. Perusahaan harus menerima pendapatan yang turun hingga harga sahamnya pun anjlok. Hal itu dikarenakan jumlah pelanggan layanan streaming Disney Plus yang melambat.

Saham Disney turun 3,7%, laba per saham perusahaan disesuaikan pada kuartal II mencapai 79 sen untuk Januari hingga 3 April. Sementara analis memperkirakan di level 27 sen.

"Pertumbuhan secara signifikan melambat karena peningkatan pandemi awal telah berkurang. Pertumbuhan pelanggan akan kembali kuat setelah turbulensi jangka pendek ini berakhir," kata analis eMarketer, Eric Haggstrom, dikutip dari Reuters, Jumat (14/5/2021).

Rata-rata pendapatan bulanan per pelanggan berbayar turun dari US$ 5,63 menjadi US$ 3,99. Perusahaan berencana akan meluncurkan Disney + Hotstar di Malaysia pada 1 Juni dan Thailand pada 30 Juni.

Menurut Refinitiv, pendapatan keseluruhan perusahaan turun 13% menjadi US$ 15,61 miliar pada kuartal II yang berakhir pada 3 April atau sedikit di bawah perkiraan para analis.

Pendapatan bersih dari operasi naik menjadi US$ 912 juta pada kuartal II dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 468 juta.

Sementara untuk operasional di divisi media Disney naik 74% dari tahun sebelumnya menjadi US$ 2,9 miliar. Unit media streaming kehilangan US$ 290 juta, kurang dari setengah yang diharapkan Wall Street.

Hal yang sama juga terjadi pada kinerja divisi taman hiburan. Perusahaan melaporkan terjadi kerugian operasional sebesar US$ 406 juta. Disneyland di California dan Paris tutup selama kuartal penuh. Disneyland California dibuka kembali pada 30 April.

Disney akan berusaha terus mendistribusikan film untuk menarik penonton. Disney juga memperbarui kesepakatan dengan Major League Baseball untuk 30 pertandingan musim secara eksklusif hingga 2028.

(hek/eds)