Deal-dealan, Bosowa dan Kookmin Akhirnya Damai

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 01 Jun 2021 17:59 WIB
Gedung OJK (Otoritas Jasa Keuangan)
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Drama kisruh Bank Bukopin sepertinya akan berakhir damai. PT Bosowa Corporindo dan Kookmin Bank akan melakukan akan menandatangani kesepakatan bersama. Bosowa juga tak lagi menghiraukan perkara hukum dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Utama Bosowa Corporindo Rudyantho mengungkapkan Bosowa dan Kookmin Bank sudah menjalin komunikasi dan akan mencapai satu kesepahaman. Sehingga perusahaan tak permasalahkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Bukopin sebelumnya yang membuat kepemilikan saham Bosowa di Bank Bukopin menyusut.

"Sejak akhir Februari itu antara Kookmin dan Bosowa sudah masuk dalam satu kesepahaman, bahwa ke depan isu legal itu tidak lagi menjadi prioritas di antara kedua belah pihak," ucapnya saat dihubungi detikcom, Selasa (1/6/2021).

Menurutnya kesepakatan itu hanya tinggal diteken saja. Sebab kedua belah pihak sudah lama melakukan komunikasi dan sudah menyepakati beberapa poin yang akan tertuang di dalamnya.

"Bosowa dan Kookmin sudah berada dalam satu understanding bahwa ke depan yang diutamakan adalah bagaimana Bukopin ini bisa lebih maju. Sehingga isu legal itu sudah bukan menjadi prioritas lagi dan kita lebih concern untuk menyelesaikan bagaimana Bukopin ke depan bisa lebih baik," tuturnya.

Bosowa juga tak permasalahkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Bukopin sebelumnya yang membuat kepemilikan saham Bosowa di Bank Bukopin menyusut.

Dengan begitu, Bosowa kini sudah menerima putusan RUPSLB bahwa perusahaan keuangan asal Korsel itu kini jadi pemegang saham pengendali Bank Bukopin.

"Iya betul, kita sudah berada dalam satu kesepahaman dan tinggal diselesaikan dalam bentuk settlement agreement. Cuma kendalanya kemarin kan Lebaran, kedua wakil dari Kookmin yang ke Jakarta harus melalui masa karantina. Jadi harusnya sih sebelum Lebaran settlement agreement sudah selesai, karena sudah bolak balik kita bicarakan bersama-sama dan sebenarnya sudah final," terangnya.

Rudyantho menjelaskan memang awalnya Bosowa tidak terima dengan keputusan RUPSLB Bank Bukopin karena hak-hak perusahaan sebagai pemegang saham disingkirkan. Alhasil Kookmin masuk menjadi pemegang saham pengendali melalui penerbitan saham baru dengan memberikan penawaran tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD).

Namun hal itu kini tak lagi menjadi perhatian Bosowa lagi. Sebab pihak Kookmin juga memahami apa yang membuat pihak Bosowa gusar. Sehingga akan dibuat suatu kesepahaman antara kedua belah pihak yang intinya tidak merugikan pihak manapun.

"Ya yang paling penting hampir sama dengan semua investor siapapun dia, bahwa menginvestasikan dana dalam satu bentuk usaha itu apapun bentuknya, termasuk di Bukopin ini targetnya tentu adalah profit kan, tidak ada yang dirugikan. Nah kita berada pada kesepahaman itu dengan Kookmin. Kookmin juga tidak mau dirugikan, kita juga tidak mau dirugikan, dan yang paling penting Bukopin bisa lebih maju ke depannya," tutupnya.

(das/dna)