Demi Selamatkan Garuda, Erick Thohir Pangkas Komisaris Cuma Sisa Dua

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 03 Jun 2021 06:30 WIB
Hari ini vaksin tahap ke-14 kembali tiba di Indonesia. Sebanyak 8 juta bulk vaksin Sinovac mendarat di Bandara Soetta. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang menerima dan melihat langsung.
Foto: AmiriYandi/DJIKP-Kemkominfo
Jakarta -

Kondisi maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sangat mengkhawatirkan. Kondisi itu membuat dewan komisaris sampai mengusulkan untuk tidak menerima gaji.

Usulan ini diteken Komisaris Garuda Indonesia, Peter F Gontha. Langkah tersebut mendapat respons positif dari Menteri BUMN Erick Thohir. Bahkan, ia juga berencana memangkas jumlah komisaris hingga tersisa dua orang.

"Saya rasa yang diusulkan Pak Peter Gontha sangat bagus, kita harus puji, bahkan saya ingin nanti mengusulkan kalau bisa komisaris Garuda 2 aja. Jangan yang tadi, pensiun dini tapi komisarisnya nggak dikurangin. Kita akan kurangin nanti, jadi usulan Pak Peter Gontha bagus saya rasa," kata Erick dalam konferensi pers di Kementerian BUMN Jakarta Pusat, Rabu (2/6/2021).

"Jadi nanti jumlah komisarisnya kita kurangin entah 2, entah 3 jadi apa, bener-bener mencerminkan keseriusan komisaris dan direksi Garuda. Kan yang menjalankan keseharian bukan saya," tambahnya.

Dia menuturkan, keputusan pengurangan komisaris ini akan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kembali, dia bilang, akan memangkas jumlah komisaris.

"Kita kecilin jumlahnya, itu bagian dari efisiensi, ini jadi masukan yang bagus, kita lakukan sesegera mungkin kasih waktu 2 minggu lah ada RUPS tapi, mesti berdasarkan RUPS, nannti kita kecilin jumlah komisarisnya," ujarnya

Erick pun buka-bukaan soal kondisi Garuda Indonesia terkini. Baca di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Soal Isu Pensiun Dini Karyawan Garuda, Ini Kata Menparekraf Sandiaga"
[Gambas:Video 20detik]