Bursa AS Masih Lesu, 'Saham Meme' Jadi Penolongnya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 09 Jun 2021 08:32 WIB
Ilustrasi Toko GameStop di Amerika. GameStop akan membuka e-commerce.
Foto: (Gamerant)
Jakarta -

Perdagangan saham di bursa Amerika Serikat Wall Street masih lesu. Semua indeks utama berjuang keras untuk menambah keuntungan pada penutupan pada hari Selasa.

Dilansir dari Reuters, Rabu (9/6/2021), hal ini terjadi karena kurangnya momentum positif bagi para investor institusional. Hanya para investor ritel yang masih bergairah menginvestasikan uangnya untuk memicu reli saham-saham.

Ketiga indeks saham utama AS mengakhiri perdagangan dengan hampir stagnan, tidak naik banyak dan tidak turun banyak.

"Tidak banyak yang memotivasi pasar hari ini. Kami berada di zona senja sampai mungkin tepat setelah Empat Juli, ketika kami melihat musim pendapatan dimulai," ungkap Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Asset Management di Chicago.


Saham yang volume perdagangannya eksplosif adalah saham-sahan meme. Saham ini sering dikaitkan dengan saham yang sering dibicarakan investor ritel dan buzzer di media sosial.

Mulai dari GameStop Corp, Bed Bath & Beyond Inc, hingga Workhorse Group. Saham-saham itu mengakhiri sesi perdagangan dengan meroket antara 7-12% lebih tinggi.

"Sekarang saham meme mengambil alih dari crypto sebagai tempatnya dan itu semua adalah konsekuensi dari kebijakan moneter yang sangat mudah," kata Paul Nolte.

Tercatat Dow Jones Industrial Average turun 30,42 poin, atau 0,09%, menjadi 34.599,82. Kemudian, S&P 500 meningkat tipis 0,74 poin, atau 0,02%, pada 4.227,26. Sementara itu, Nasdaq Composite menambah 43,19 poin, atau 0,31%, menjadi 13.924,91.



Simak Video "Unik, Pemuda Sultra Menikah dengan Mahar Saham"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)