Emiten Menara Grup Djarum 'Berburu' Akuisisi, SUPR Masuk Radar?

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 14 Jun 2021 10:22 WIB
Seorang teknisi Telkomsel melakukan pengecekan berkala terhadap jaringan dan perangkat 4G. Telkomsel terus memperbanyak eNode B (BTS 4G) di Jakarta dan Bali, guna memperluas area cakupan 4G sehingga dapat lebih banyak lagi dinikmati masyarakat. Kini sebanyak 250 eNode B melayani 70,000 pelanggan Telkomsel 4G LTE.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Beredar kabar bahwa perusahaan menara telekomunikasi milik Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) tengah mengincar perusahaan sejenis untuk diakuisisi. Perusahaan yang menjadi targetnya adalah PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR).

Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Adam Gifari mengatakan perusahaan meamng saat ini tengah berupaya melakukan ekspansi. Salah satu jalan yang bisa ditempuh adalah anorganik atau dengan mengakuisisi perusahaan lain.

"Ekspansi perusahaan bisa bermacam-macam cara. Termasuk organik dan anorganik ya," ucapnya.

Jika dilihat dari industri, belakangan ini banyak perusahaan di sektor telekomunikasi yang menjual menaranya. Akan menjadi lebih mudah bagi perusahaan yang mau ekspansi dengan membeli perusahaan secara utuh, dengan begitu aset menara dari perusahaan yang akuisisi secara otomatis akan dimiliki.

Namun Adam enggan menanggapi isu yang beredar. Menurutnya kabar tersebut baru sebatas rumor yang tidak perlu untuk dikonfirmasi.

"Itu rumor ya. Bisa cek langsung sama Solusi Tunas Pratama mengenai hal ini," tuturnya

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan rumor yang beredar tentang akuisi memang akan cepat diresposn oleh pelaku pasar. Salah satu yang dilihat adalah dampak dari akuisisi itu sendiri.

"Misalnya A akuisisi B, pasar akan melihat wah si A akan jadi punya 2 perusahaan nih. Itu sentimen awal. Apa lagi kalau perusahaan yang diakuisisi punya aset yang sama sehingga sentimennya jadi positif karena asetnya bertambah," terangnya.

Nah menurut Reza jika akuisisi itu benar akan dilakukan pertanyaannya apa yang akan dilakukan TOWR. Apa akah hanya berniat melakukan penambahan kepemilikan menara ataukah ada rencana pengembangan bisnis lain dengan melakukan integrasi.

"Kan bisa saja perusahaan menara punya bisnis lain yang bisa memberikan support ke bisnis telekomunikasi," tutupnya.

(das/dna)