RUPSLB BRI Setujui Rights Issue Buat Holding Ultra Mikro

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 22 Jul 2021 16:11 WIB
Gedung Pusat Bank BRI
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRI menyetujui aksi korporasi Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue terkait pembentukan holding ultra mikro.

"RUPSLB hari ini menyetujui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau PMHMETD dengan keterlibatan pemerintah di dalamnya, melalui hak memesan efek terlebih dahulu dalam bentuk non tunai," kata Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi pers, Kamis (22/7/2021).

Sunarso mengatakan, pemerintah akan menyetorkan seluruh saham Seri B Pegadaian dan PNM ke BRI. Nantinya, BRI akan menggenggam 99,9% saham Pegadaian dan PNM.

Meski demikian, Sunarso bilang, pemerintah masih menggenggam 1 lembar saham Seri A dwi warna.

"Setelah transaksi, perseroan akan memiliki 99,9% saham Pegadaian dan PNM. Di samping itu pemerintah akan tetap memiliki 1 lembar saham seri A dwi warna pada Pegadaian dan PNM," katanya.

Lanjutnya, BRI akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 28.677.086.000 saham seri B dengan nominal Rp 50.

"Adapun jumlah lembar saham dan harga pelaksanaan akan disampaikan kemudian," imbuh Sunarso.

Aksi korporasi ini nantinya akan berdampak kepada laporan keuangan konsolidasian BRI pada tanggal 31 Maret 2021, diantaranya total aset BRI meningkat dari Rp 1.411 triliun menjadi Rp 1.515 triliun, total liabilitas BRI meningkat dari Rp 1.216 triliun menjadi Rp1.289 triliun, dan laba bersih BRI meningkat dari Rp 7 triliun menjadi Rp 8 triliun.

(acd/zlf)