Jadi Strategi Perusahaan Cari Modal, Right Issue Adalah...

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 23 Jul 2021 15:05 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini ditutup di zona merah. IHSG cenderung bergerak di teritori negatif sepanjang perdagangan hari ini.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Saat ini sejumlah perusahaan di Indonesia ingin melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Pada umumnya, perusahaan-perusahaan ini melakukan right issue adalah untuk menambah modal kerja ataupun mendukung rencana aksi korporasi, ekspansi bisnis, hingga membayar kewajiban utang.

Hal ini seperti yang dilakukan oleh perusahaan BUMN PT Kimia Farma Tbk (KAEF) bakal melakukan aksi korporasi penambahan modal dengan cara menerbitkan saham baru dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue. Ada juga PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) yang ingin melakukan right issue untuk meningkatkan modal inti sebesar Rp 2 triliun pada akhir 2021.

Selain itu ada juga PT TBS Energi Utama Tbk atau yang dulunya bernama PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) akan melakukan right issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Melalui right issue, perusahaan yang 10% sahamnya dikantongi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tersebut akan menerbitkan 1,88 miliar lembar saham baru.

Lalu apa yang dimaksud dengan right issue?

Berdasarkan pengertian dari Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal Nomor 26 Tahun 2003 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, HMETD atau right issue adalah hak yang melekat pada saham yang memungkinkan para pemegang saham yang ada untuk membeli efek baru. Efek baru yang di maksud ini merupakan efek yang dapat dikonversikan menjadi saham dan waran, sebelum ditawarkan kepada pihak lain.

Dengan kata lain, Right issue adalah penerbitan saham baru, di mana saham tersebut diprioritaskan untuk pemegang saham atau innvestor lama. Biasa pemberian right issue ini kepada para pemegang saham atau investor lama berdasarkan rasio. Misalnya rasio 1:2, artinya setiap pemegang satu lembar saham diberikan hak terlebih dahulu untuk membeli 2 lembar saham.

Sebagai contoh seperti yang dilakukan oleh PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), di mana mereka berencana untuk melakukan rights issue untuk menerbitkan 1 saham baru untuk setiap 9 saham yang ada, serta 3 waran untuk setiap 1 saham baru.

Artinya seorang pemegang saham atau investor memiliki hak untuk membeli 1 lembah saham baru setiap 9 lembar saham yang sudah dia miliki sebelumnya. Sebagai ilustrasi, bila seorang investor telah memiliki 900 lembar saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), maka mereka berhak untuk membeli 100 lembar saham terlebih dahulu sebelum saham tersebut ditawarkan kepada publik.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa arti dari right issue adalah hak yang diberikan kepada investor lama untuk membeli saham baru dengan rasio tertentu sebelum saham baru tersebut ditawarkan ke investor lain.

(dna/dna)