BCA Stock Split Sahamnya Demi Gaet Investor Milenial 

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 30 Jul 2021 16:43 WIB
Logo Bank Central Asia (BCA) di Menara BCA, Bundaran HI, Jakarta.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berencana melakukan pemecahan nilai saham yang beredar (stock split) dengan rasio 1:5. Tujuannya agar saham perusahaan bisa dimiliki berbagai kalangan termasuk investor muda.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, mengatakan dengan stock split ini diharapkan perusahaan bisa menjangkau investor muda yang kini aktif di bursa saham.

"Kami berharap harga saham BBCA akan lebih terjangkau bagi para investor ritel, utamanya demografi investor muda yang saat ini aktif meramaikan bursa. Hal ini juga sebagai bentuk dukungan kami untuk meningkatkan likuiditas perdagangan di pasar modal dalam negeri," kata Jahja, dalam keterangannya, Jumat (30/7/2021).

Dalam Rapat Direksi & Komisaris BCA itu ditetapkan bahwa dengan nilai nominal per unit saham BBCA Rp 62,50 jika nilai nominal setelah stock split sebesar Rp 12,5. Untuk diketahui, harga saham BBCA pada saat release ini dikeluarkan berkisar di level Rp 30.000 per unit saham.

Jahja menjelaskan proses stock split ini akan dibahas dan perlu persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 23 September 2021.

"Setelah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham, BCA akan berkoordinasi dengan Bursa Efek Indonesia untuk memproses stock split yang diperkirakan akan terjadi pada bulan Oktober 2021," lanjutnya.

Sebagai informasi, pada 7 Oktober akan ada pengumuman tentang jadwal perdagangan di BEI dengan harga nominal stock split yang baru.

"Dengan akan ada Stock Split 1:5 dan perlu persetujuan RUPSLB , diperkirakan tanggal 7 Oktober akan ada pengumuman tentang jadwal perdagangan di BEI dengan harga nominal yg baru. Untuk lebih memberikan kesempatan para investor retail dan teman milenial ikut investasi," kata pihak BCA secara terpisah.

(das/das)