Tak Lagi Rugi, Matahari Raup Laba Rp 533 M di Semester I-2020

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 26 Agu 2021 17:22 WIB
Pasaraya Manggarai juga akan ditutup akhir bulan ini. Sama seperti yang di Blok M, gerai tersebut juga dibanjiri pengunjung karena menggelar diskon hingga 75%, Sabtu (16/9/2017)
Tak Lagi Rugi, Matahari Raup Laba Rp 533 M di Semester I-2020
Jakarta -

Penderitaan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) sepertinya sudah mulai pulih. Setelah babak belur dihantam pandemi COVID-19, perusahaan ritel ini akhirnya bisa mengubah nasibnya dari rugi menjadi untung.

Perusahaan telah mengumumkan laporan keuangannya di semester I-2021. Hasilnya LPPF berhasil mengantongi laba bersih Rp 533 miliar. Capaian itu berbanding terbalik dengan periode yang sama di tahun sebelumnya ketika perusahaan mengalami rugi bersih Rp 358 miliar.

Torehan itu dicapai meskipun terdapat pembatasan mudik yang mempengaruhi penjualan Lebaran, daya beli yang menurun, pembatalan cuti bersama dan beberapa langkah yang diambil demi melindungi kesehatan masyarakat seperti pengurangan jam operasional.

"Kami senang dapat kembali meraih profitabilitas dan ini merupakan bukti kerja keras dan ketekunan karyawan kami. Kami telah melunasi hutang kami dan memiliki saldo kas yang sangat sehat pada akhir periode," kata CEO Matahari Terry O'Connor dalam keterangan tertulis, Kamis (26/8/2021).

Perusahaan melaporkan penjualan kotor sebesar Rp 6,6 triliun di semester I-2021. Angka itu naik 67% dibandingkan penjualan kotor di semester I-2020.

Sementara untuk pendapatan bersih LPPF mencatatkan angka sebesar Rp 3,6 triliun. Angka itu naik 58% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Kami percaya Matahari dapat tampil jauh lebih baik setelah PPKM seiring dengan semakin cepatnya pelaksanaan inisiatif dan tantangan terkait COVID-19 semakin terlampaui dan kami bermaksud menjadikan musim lalu sebagai pembelajaran utama bagi musim Lebaran 2022," ucap Terry.

Sekadar informasi, perusahaan juga berniat melakukan aksi korporasi dengan pembelian kembali (buyback) saham pada Agustus 2021. Perusahaan berkeyakinan bahwa sahamnya bernilai terlalu rendah.

Buyback akan dilakukan dengan maksimal 15% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan dengan dana yang dialokasikan sebesar Rp 450 miliar.

(das/fdl)