Sebelum Investasi Wajib Pahami Ini Dulu Ya!

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 26 Agu 2021 22:00 WIB
Investasi Saham
Foto: Investasi Saham (Denny Pratama/detikcom)
Jakarta -

Investasi merupakan salah satu cara untuk menambah nilai aset atau jumlah uang yang dimiliki. Namun sebelum berinvestasi harus diperhatikan risiko apa saja yang akan diterima di kemudian hari.

Jangan sampai, niat untung malah jadi buntung. Nyala Financial Fitness Coach William Sudhana mengungkapkan calon investor harus bisa menempatkan investasi berada di pos paling terakhir.

"Harus ditempatkan dulu untuk kebutuhan hidup sehari-hari itu sudah 50% dari total pendapatan. Kemudian 20% menabung karena tidak mungkin nggak punya tabungan terus mau investasi, itu nggak mungkin," kata dia dalam acara Financial Fitness Classes, Kamis (26/8/2021).

Setelah itu adalah pos untuk sedekah, cicilan dan proteksi masing-masing 10%. Ini juga berlaku untuk investasi bitcoin. Pasalnya bitcoin adalah salah satu aset digital yang sangat volatile.

Calon pembeli harus benar-benar memahami risiko dan apa saja yang akan didapatkan ketika berinvestasi di mata uang kripto tersebut.

"Jangan cuma karena ikut-ikutan teman lalu masuk ke bitcoin. Kalau rugi banyak bisa kepikiran terus, hidup nggak nyaman dan nggak tenang," ujarnya.

Menurut William, tidak semua instrumen investasi bisa diambil dalam waktu yang pas. Misalnya bisa memanage rencana investasi atau uang yang dimiliki untuk kebutuhan dalam waktu dekat atau jangka panjang.

Memang, ketika ingin berinvestasi itu melihat proyeksi keuntungan yang akan didapatkan. Tapi yang harus dipahami juga adalah harus benar-benar menganalisa secara mendalam risiko dan keuntungan dan berapa banyak uang yang dialokasikan.

"Tapi nggak mungkin juga kita korbankan seluruh aset kita untuk sesuatu yang spekulatif. Memang banyak juga orang yang berhasil dari motor Mio jadi rumah di BSD karena Dogecoin, itu bukannya nggak mungkin. Tapikan sedikit, nggak semua seperti itu, tapi harus hati-hati juga. Karena rejeki setiap orang itu beda-beda," jelasnya.

Nyala Financial Fitness Trainer Stephanie Kristanto mengungkapkan jika mau berinvestasi harus benar-benar memilih dengan baik. "Kalau mau investasi itu harus benar-benar pilihnya, seperti pilih jodoh lah. Jangan cuma ikut-ikutan aja," ujar dia.

Untuk investasi di bitcoin, juga harus memikirkan risiko yang bisa ditemui nantinya. "Cuan itu penting, tapi kalau expect 1000% naik maka haru siap suatu hari akan hilang 1000% juga. Karena ketika pilih investasi harus siap risikonya. Kita juga harus bisa lihat diri kita sendiri mampu atau nggak menanggung risiko tersebut. Jangan sampai investasi di bitcoin bikin gagal nikah dengan pacar karena uang tabungan nikah dipakai. Jangan sampai seperti itu kejadian," ujar dia.

(kil/dna)