Semua Investor Ritel Bisa Ikut Right Issue Jumbo BRI, Asal...

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Rabu, 01 Sep 2021 20:49 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah memulai Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) dengan harga pelaksanaan Rp 3.400 per saham dengan rasio 100:23. Aksi korporasi bank pelat merah ini disebut akan menggenjot bisnis perseroan di masa yang akan datang.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan pada Selasa (31/8), setiap pemegang 1 miliar saham lama perseroan yang namanya tercatat dalam DPS perseroan pada tanggal 9 September 2021 pukul 16.00 WIB berhak atas 230.128.553 HMETD. Setiap 1 HMETD bisa dieksekusi menjadi 1 saham baru BBRI dengan harga pelaksanaan Rp 3.400.

Lantas apakah investor harus memiliki 1 miliar saham dulu untuk bisa mengikuti aksi korporasi terbesar sepanjang sejarah ini? Jawabannya tentu tidak, semua investor ritel atau investor individu bisa ikut right issue jumbo ini, asal memiliki saham BBRI sesuai tanggal yang ditetapkan.

Sebagai ilustrasi, bila investor ritel hanya memiliki 10 lot atau 1.000 saham BBRI, maka dengan rasio 100:23 Anda akan mendapatkan 230,12 HMETD. Namun, karena pembulatan maka HMETD yang diterima hanya 230 lembar saham atau 2 lot ditambah 30 lembar saham atau odd lot.

HMETD tersebut bisa diperdagangkan di pasar tunai pada masa perdagangan yakni 13-22 September 2021. Namun, itu hanya saham dalam jumlah 100 lembar saham atau 1 lot bukan pecahan. Sementara bagi saham dengan jumlah di bawah 100 lembar saham atau odd lot, bisa diperdagangkan di pasar negosiasi dengan ketentuan T+0.

Bagi yang belum memiliki saham BBRI, bisa mengikuti aksi korporasi ini dengan 2 cara. Pertama adalah membeli saham BBRI yang lama dan terus menyimpannya hingga tanggal cum date, yakni 7 September 2021. Atau membeli HMETD pada masa perdagangan HMETD di 13-22 September.

Direktur Utama BRI Sunarso juga berharap minority shareholder dapat menunaikan haknya dalam aksi rights issue tersebut karena prospeknya sangat baik. Sebab, manajemen BRI menjanjikan akan menjaga dividen payout ratio tidak kurang dari 50%. Jika tidak diambil, maka saham akan terdilusi sekitar 18%.

"Nanti dapat peluang pertumbuhan seperti itu, pasti revenue-nya kan ikut naik, income-nya ikut naik. Kemudian kita menjanjikan akan jaga dividen payout ratio kita tidak kurang dari 50%. Jadi pilihannya ambil dengan prospek seperti tadi, atau tidak ambil tapi terdilusi," jelas Sunarso.

Untuk diketahui, berikut rincian jadwal rights issue BRI yang harus dicatat investor:
• Tanggal Efektif Pernyataan Pendaftaran HMETD dari OJK 30 Agustus 2021
• Tanggal Pencatatan (Recording Date) untuk memperoleh HMETD 9 September 2021
• Tanggal Terakhir Perdagangan Saham Dengan HMETD (Cum-Right) di
• Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi 7 September 2021
• Pasar Tunai 9 September 2021
• Tanggal Mulai Perdagangan Saham Tanpa HMETD (Ex Right) di
• Pasar Reguler dan Negosiasi 8 September 2021
• Pasar Tunai 10 September 2021
• Tanggal Distribusi HMETD 10 September 2021
• Tanggal Pra Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia 13 September 2021
• Periode Perdagangan HMETD 13 - 22 September 2021
• Periode Pendaftaran, Pembayaran dan Pelaksanaan HMETD 13 - 22 September 2021
• Periode Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD 15 - 24 September 2021
• Tanggal Terakhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan 24 September 2021
• Tanggal Penjatahan untuk Pemesanan Saham Tambahan 27 September 2021
• Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Saham Tambahan 29 September 2021

(prf/hns)