Ini Profil Perusahaan Tommy Soeharto yang Sahamnya ARB di Hari Pertama IPO

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 08 Sep 2021 19:00 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Di hari pertama debut, saham perusahaan distribusi gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) milik Tommy Soeharto yaitu PT GTS Internasional Tbk (GTSI) justru langsung anjlok hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB).

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 14.50 WIB, saham GTSI ambles 7,00% ke Rp 93/saham. Kondisi tersebut masih sama sejak pukul 09.35 WIB, nilai transaksi pagi hari Rp 3,31 miliar dan volume perdagangan 35,64 juta saham. Di pagi hari, nilai kapitalisasi pasar GTSI mencapai Rp 1,47 triliun.

Mengutip laman resmi perusahaan, Rabu (8/9/2021), PT GTS Internasional berdiri sejak 1986 lalu. Humolco sebagai anak perusahaan dari PT GTS International (PT GTSI) berkembang melalui kemitraan antara PT Humpuss dengan Mitsui O.S.K. Lines Ltd. untuk mewujudkan dan mengembangkan kapal LNG serta pelayanannya.

"Kami memiliki, mengelola, mengawaki kapal dan memberikan kinerja yang unggul," tulis perusahaan tersebut.

Dari jajaran dewan komisaris, GTSI dipimpin oleh Budi Haryono selaku Komisaris Utama dan Hari Purnomo sebagai Komisaris Independen. Sementara itu, di kursi direksi ditempati oleh Kemal Iman Santoso sebagai Direktur Utama dan Dandun Widodo sebagai Direktur GTSI.

Pendirian GTSI diprakarsai oleh PT Humpuss dengan pembentukan divisi pengapalan LNG menyusul berdirinya Humolco Trans Inc. yang merupakan perusahaan joint venture dengan Mitsui O.S.K. Lines. Sejak itu, PT Humpuss Intermoda Transportasi didirikan pada tahun 1992, yang mengoperasikan LNG dan kapal tanker minyak.

Pada 2013, Grup usaha HITS menyimpulkan akan membentu entitas tersendiri yaitu perusahaan PT GTS Internasional yang fokus pada bisnis LNG Shipping, untuk mengembangkan sistem komersial logistik dan infrastruktur LNG dalam rangka potensi pasar operasional di domestik dan internasional.

Penerapan Aturan Cabotage yg tertuang dalam Undang-undang Pelayaran No. 17/2008 telah mensyaratkan semua pengiriman barang dan penumpang dalam negeri Indonesia harus menggunakan kapal berbendera Indonesia, membuka peluang pertumbuhan yang tinggi bagi para pelaku industri pelayaran dalam negeri.

Hingga diterbitkannya Prospektus, terdapat 5 kapal LNG dalam operasional Perseroan melalui Entitas Anak PT Humolco LNG Indonesia (HLI) termasuk didalamnya adalah 3 kapal milik Perseroan, sedangkan 2 kapal lainnya adalah milik pihak ketiga lain.

Berdasarkan laporan keuangan HITS yang berakhir pada 31 Desember 2020 lalu, saham GTSI sebesar 99% dimiliki oleh Humpuss. Perusahaan ini memiliki nilai aset senilai US$52,44 juta atau setara dengan Rp 760,38 miliar (asumsi kurs Rp 14.500/US$) pada akhir periode tersebut. Nilai ini naik dari periode yang sama yang senilai US$ 47,53 juta.

Lihat juga video 'Bukan Hanya Tommy Soeharto, Satgas BLBI Juga Panggil 48 Obligor':

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)