Balik ke Wall Street, Trump Mau Bikin Perusahaan Medsos

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 22 Okt 2021 10:07 WIB
Donald Trump kini dijerat kasus pajak usai lolos dari pemakzulan, bagaimana perkembangan penyelidikannya?
Foto: BBC World
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 Donald Trump berencana kembali ke Wall Street. Ia akan membawa perusahaan media baru ke publik melalui Special Purpose Acquisition Corporation (SPAC) atau perusahaan akuisisi tujuan khusus.

Dikutip dari CNN, Jumat (22/10/2021), Trump Media & Technology Group yang dipimpin oleh Trump, menyatakan akan meluncurkan platform media sosial baru. Perusahaan setuju bergabung dengan Digital World Acquisition Corp yakni perusahaan cangkang yang akan bergabung dengan swasta serta membawanya menjadi perusahaan publik.

Perusahaan cangkang ini terdaftar di Nasdaq dan dipimpin oleh Patrick Orlando. Ia juga seorang CEO Yunhong International, SPAC yang berbasis di Wuhan, China.

Saham perusahaan cangkang tersebut melesat sampai 357% pada Kamis kemarin atau hampir empat kali lipat.

Tidak seperti SPAC lainnya, kesepakatan ini akan menghadirkan entitas baru ke publik, memiliki sedikit atau tanpa rekam jejak. Dalam informasi terbaru, tidak tampak berapa banyak pendapatan yang dihasilkan Trump Media & Technology Group. Namun, kemungkinan masih kecil karena media sosial perusahaan belum diluncurkan. Informasi tersebut juga tidak memuat proyeksi keuangan yang biasanya ditawarkan kepada investor.

Jay Ritter, seorang profesor Universitas Florida yang mempelajari soal penawaran saham ke publik atau initial public offering (IPO), mengatakan, perusahaan yang memiliki pendapatan kurang dari US$100 juta pada saat go public cenderung secara dramatis berkinerja buruk di pasar.

"Rekam jejak untuk berinvestasi di perusahaan yang memiliki sedikit atau tanpa pendapatan sangat buruk," kata Ritter.

(acd/das)