Simak! Begini Ulasan Analis ke Kinerja UNVR 

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 25 Okt 2021 14:25 WIB
Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/11/2016). IHSG ditutup meroket hingga 1,57%.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Di tengah masih perlambatan penjualan domestik sebesar 7,4%, pemain industri mesti jeli untuk melihat celah pasar baru yang masih tumbuh. Dibutuhkan strategi inovatif yang berani untuk memanfaatkan peluang-peluang baru yang terbentuk selama masa pandemi, termasuk fokus pada inovasi produk dan penjualan digital.

Analis Ciptadana Sekuritas Muhammad Fariz memprediksi bahwa perusahaan-perusahaan yang strateginya fokus pada penguatan e-commerce akan menuai hasil dalam beberapa tahun ke depan, salah satunya PT Unilever Indonesia Tbk, (Unilever).

"Saat ini, strategi Unilever di lini e-commerce sudah berjalan dengan growth sebesar dua kali lipat dalam kurun 2 tahun terakhir. Kontribusi pendapatan e-commerce dari total pemasukan Unilever sudah berada di rentang 4-5%, dalam 5 tahun mendatang seharusnya bisa hingga 10%" ujar Fariz Senin (25/10/2021).

Fariz menjelaskan bahwa pilihan strategi perseroan untuk memperbanyak portofolio produk juga sudah tepat, terutama di segmen premium.

Sebelumnya, Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti menjelaskan bahwa bahwa PPKM darurat pada kuartal III 2021 memberikan pengaruh yang tidak dihadapi pada kuartal sebelumnya. Meski begitu perseroan tetap mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,4 triliun dan menjalankan berbagai upaya untuk menjaga momentum positif, termasuk sudah lima strategi prioritas untuk 2022. Memperkuat kepemimpinan di e-commerce dan perluasan portfolio menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

"Sebagai bagian dari strategi jangka panjang 2025, ada lima strategi prioritas Unilever Indonesia di tahun 2022 untuk meningkatan pertumbuhan yaitu: 1) Memperkuat dan unlock potensi penuh dari brand-brand besar dan produk utama melalui inovasi yang terdepan dan menstimulasi konsumsi konsumen; 2) Memperluas dan memperkaya portfolio ke value dan premium segment; 3) Memperkuat kepemimpinan di channel utama (GT dan Modern Trade) dan channel masa depan (e-Commerce); 4) Memimpin di Digital & Data Driven capabilities; 5) Tetap menjadi yang terdepan dalam penerapan bisnis yang berkelanjutan," ujar Ira