Habis IPO, Anak Telkom Mimpi Mau Kuasai Pasar Asia

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 26 Okt 2021 17:21 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik melemah 0,07% atau 3,04 poin ke level 4.497,91 pada perdagangan Rabu (18/11/2015). Sementara HP Analytics mengemukakan indeks MSCI Asia Pacific dibuka menguat pagi tadi, didorong oleh penguatan pada saham di bursa Jepang. Mata uang yen melemah terhadap dolar menjelang pertemuan bank sentral Jepang (BOJ). Para investor juga menanti hasil minutes dari the Fed yang akan dirilis hari ini. IHSG hari  diperkirakan bergerak di kisaran 4.4534.545, Rabu (18/11/2015). Rachman Haryanto/detikcom.
Habis IPO, Anak Telkom Mimpi Mau Kuasai Pasar Asia
Jakarta -

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel akan melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO). Mitratel akan menawarkan sebanyak-banyaknya 29,85% saham kepada publik. Setelah aksi korporasi ini, anak usaha PT Telkom Indonesia ini siap berekspansi ke pasar Asia Tenggara dan Asia Pasifik.

Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menyebutkan perusahaan memang memiliki visi untuk menjadi leader dan provider terbaik dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi di Asia Tenggara. Selain itu Mitratel juga sedang mempersiapkan strategi untuk ekspansi jangka panjang di Asia Tenggara dan Asia Pasifik.

"Kami akan terus menyediakan layanan infrastructure solution dengan kualitas prima dan harga yang kompetitif, demi memberikan value yang tinggi bagi para investor," kata Teddy dalam konferensi pers, Selasa (26/10/2021).

Saat ini Mitratel memiliki jangkauan layanan yang luas dan ekosistem bisnis telekomunikasi yang lengkap. Perusahaan juga telah melakukan perluasan bisnis secara agresif, salah satunya melalui solusi serat optik TelkomGroup, di mana hal ini tak dimiliki oleh perusahaan menara telekomunikasi lainnya.

Dengan jaringan serat optik ini Mitratel diharapkan bisa mengambil peran dalam mendukung optimalisasi kemajuan ekonomi digital dalam industri 4.0 seiring adanya jaringan 5G dan pemerataan ekonomi.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menjelaskan, bahwa IPO MItratel ini merupakan salah satu penataan portofolio yang dilakukan TelkomGroup untuk mengoptimalkan value creation dari Mitratel sehingga dapat memberikan hasil yang optimal bagi stakeholder.

Ririek menyebut sebagai penyediaan infrastruktur menara telekomunikasi selama 13 tahun, Mitratel memiliki lebih dari 28 ribu menara, dengan tim manajemen yang berpengalaman dan rekam jejak yang baik dalam memberikan pertumbuhan siklus industri di Indonesia.

Ke depannya, Mitratel memiliki potensi pertumbuhan yang baik seiring dengan perkembangan teknologi terlebih dengan kehadiran 5G yang membuat kebutuhan operator terhadap menara telekomunikasi meningkat.

"Semoga langkah ini memantapkan langkah Mitratel menjadi pemain menara telekomunikasi independen terbesar tidak hanya di Indonesia tapi juga Asia Tenggara," tambah Ririek.

(kil/fdl)