Emiten Pupuk Incar Penjualan Rp 1,8 T Tahun Ini

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 28 Okt 2021 07:26 WIB
Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melejit pada perdagangan Selasa (5/1/2021) gegara Raffi Ahmad dan Ari Lasso mempromosikannya.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) menargetkan penjualan tahun 2021 sebesar Rp 1,8 triliun. PT Saraswanti Anugerah Makmur merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang pemasaran dan industri pupuk.

Optimisme emiten berkode saham SAMF itu seiring dengan lonjakan penjualan sebesar Rp 1,25 triliun atau naik 25,50% pada kuartal III-2021 dibandingkan dengan periode yang sama 2020 sebesar Rp 994,89 miliar.

"Kami yakin target penjualan yang telah dicanangkan pada tahun ini sebesar Rp 1,8 triliun akan dapat tercapai," ujar Direktur PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk Yahya Taufik dalam keterangan tertulis, Kamis (28/10/2021).

Optimisme itu, jelas dia, setelah melihat tren permintaan pupuk dari awal tahun hingga saat ini. Lalu, didukung oleh kenaikan harga sawit akhir-akhir ini dan membaiknya penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia yang diikuti dengan pelonggaran PPKM.

"Kami optimistis tahun 2021 kinerja Perseroan akan lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," kata Yahya.

Dia menambahkan, pada kuartal III-2021, laba periode berjalan SAMF meningkat 29,70% dibandingkan dengan periode yang sama 2020. Bila kuartal III-2020 sebesar Rp 75,35 miliar, maka kini laba SAMF menyentuh Rp 97,73 miliar.

Di sisi lain, sebagai upaya untuk meningkatkan kepuasan konsumen, SAMF terus memperkuat divisi R&D, sehingga produk yang dipasok kepada para konsumen terjamin kualitasnya. Proses sosialisasi dan kawalan teknis aplikasi pupuk dilaksanakan secara intensif sehingga para konsumen dapat memperoleh hasil yang maksimal.

Produk-produk pupuk NPK yang diproduksi oleh SAMF telah melalui serangkaian riset serta dikembangkan pada laboratorium yang terakreditasi dan memiliki peralatan yang canggih.

"Dengan tim riset dan pengembangan yang dimiliki saat ini, diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi produk perseroan dan dapat diterima dengan baik oleh konsumen," kata Yahya.

(ara/ara)