Menanti Hasil Evaluasi Merger Indosat-Tri oleh Kominfo

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 28 Okt 2021 18:50 WIB
Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia (H3I/Tri) sepakat untuk melakukan merger. Penggabungan dua entitas ini diklaim terbesar di Asia.
Foto: dok. Indosat
Jakarta -

Indosat Ooredoo dan Hutchinson 3 Indonesia (Tri) telah resmi diumumkan pada 16 September. Setelah bergabung, kedua induk perusahaan tersebut akan berubah menggunakan nama Indosat Ooredoo Hutchison.

Akan tetapi, nama tersebut belum dapat digunakan hingga proses merger Indosat dan Tri rampung. Terlebih setelah keduanya menjalani evaluasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Lalu bagaimana kabar evaluasi Kominfo tersebut?

Director & Chied Operating Officer Indosat Ooredoo Vikram Sinha mengatakan, sejauh ini belum ada kabar terbaru mengenai hasil evaluasi. Pihaknya kini tengah menunggu proses persetujuan regulasi tersebut.

"Saat ini memang masih dalam proses on going approval, belum ada update terkait approval sampai saat ini," kata Vikram dalam Media Update secara virtual, Kamis (28/10/2021).

Dia mengatakan, perizinan secara regulator tidak hanya datang dari Kementerian Komunikasi dan Informasi saja namun ada beberapa otoritas lain. Meski begitu, dia tidak menyebut secara rinci otoritas yang dimaksud.

"Jadi mungkin pertanyaan soal regulator, saat ini memang belum ada jawaban konkrit karena memang masih menunggu approval process dari beberapa otoritas, jadi tidak hanya Kominfo tapi ada juga beberapa masih dalam proses on going," ujarnya.

Seperti diketahui, Kominfo melakukan evaluasi merger Indosat dan Tri. Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan, pihaknya telah membentuk sebuah tim untuk melakukan evaluasi terhadap proses merger yang dilakukan antara Indosat dan Tri.

"Evaluasi yang dilakukan oleh tim tersebut meliputi aspek perlindungan konsumen, penyelenggaraan telekomunikasi, dan optimalisasi penggunaan spektrum frekuensi radio sesuai ketentuan perundang-undangan," jelas Dedy, Selasa (12/10/2021) lalu.

Proses merger Indosat dan Tri sendiri ditargetkan selesai pada akhir tahun 2021. Adapun, transaksi 'perkawinan' kedua perusahaan ini mencapai US$ 6 miliar atau setara dengan Rp 85 triliun.

Antara Indosat dan Tri menyebutkan, paket layanan pelanggan yang ada saat ini tidak mengalami perubahan. Artinya, baik itu pelanggan Indosat maupun Tri masih mengikuti aturan masing-masing operator seluler sebelum nantinya resmi bergabung menjadi Indosat Ooredoo Hutchison.

Hingga kuartal III-2021, jumlah pengguna Indosat bertambah sebanyak 2 juta orang yang asalnya 60 juta pada kuartal II-2021, menjadi 62 juta di kuartal ini.

"itu adalah bukti bahwa customer kita happy dengan perkembangan dan investasi yang dilakukan Indosat dalam memperbaiki jaringannya. Touch point nya jadi custumer kita bisa komplen kapan saja," tutupnya.

(dna/dna)