Ditopang Belanja Infrastruktur Jumbo, Wall Street Cetak Rekor (Lagi)

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 09 Nov 2021 08:35 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street kompak menguat pada perdagangan Senin (8/11). Indeks S&P 500 ditutup ke rekor tertinggi setelah Kongres menyetujui paket belanja infrastruktur.

Dilansir dari CNBC, Selasa (9/11/2021), indeks S&P 500 menguat 0,09% menjadi ditutup di atas 4.700 untuk pertama kalinya tepatnya 4.701,70. Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 104,27 poin atau 0,3% menjadi 36.432,22. Indeks Nasdaq Composite naik 0,07% ke posisi 15.982,36. Tiga indeks acuan di Wall Street tersebut mencatat rekor.

Hal itu dikarenakan DPR AS telah mengesahkan RUU infrastruktur lebih dari US$ 1 triliun atau Rp 14.248 triliun (kurs Rp 14.248) dan UU tersebut telah dikirim ke Presiden AS Joe Biden untuk diteken. Paket kebijakan itu akan menyediakan pendanaan baru untuk transportasi, utilitas, dan broadband di antara proyek infrastruktur lainnya.

"Investor telah menunggu peningkatan yang signifikan dalam belanja infrastruktur selama beberapa dekade. Kami melihat investasi generasi ini sebagai katalis yang signifikan untuk pertumbuhan sejumlah saham kami," kata Anthony Pettinari dari Citi.

Saham industri dan material menguat pada perdagangan Senin (8/11) seiring mendapatkan manfaat dari paket pengeluaran infrastruktur tersebut. The Global X US Infrastructure Development exchange-traded fund naik hampir 1,3% dan mencapai level tertinggi baru sepanjang masa.

Perusahaan tambang Freeport-McMoRan, saham bahan konstruksi Vulcan, dan perusahaan baja Nucor termasuk di antaranya yang mencatatkan penguatan di indeks S&P 500.

Produsen peralatan konstruksi Caterpillar memimpin reli di Dow Jones dengan kenaikan 4%. Saham produsen alat berat Deere naik sekitar 1,6%. United Rentals, Martin Marietta, dan Jacobs Engineering termasuk saham yang mencatatkan kenaikan di antara sektor infrastruktur lainnya.

Sementara itu, saham pembuat chip Advanced Micro Devices (AMD) memimpin kenaikan pada S&P 500 dan Nasdaq Composite. Saham AMD menguat 10,1% setelah perusahaan mengumumkan memenangkan Meta, sebelumnya dikenal sebagai Facebook sebagai pelanggan chip dan mengungkapkan produk chip baru.

Tonton juga Video: Ini Loh Prinsip Dasar Scalping Saham

[Gambas:Video 20detik]




(aid/eds)