Mengenal Perbedaan Saham dan Obligasi

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 10 Nov 2021 16:45 WIB
Woman looking stock market Data on smart phone
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Orientfootage
Jakarta -

Bagi para investor pemula, masih banyak yang bertanya-tanya mengenai apa perbedaan saham dan obligasi. Ini merupakan hal yang wajar, mengingat keduanya sama-sama instrumen investasi di pasar modal.

Selain itu, keduanya juga sama-sama diterbitkan oleh perusahaan sebagai sarana mendapatkan modal atau dana untuk kepentingan perusahaan. Lalu apa yang menjadi perbedaan saham dan obligasi?

Melansir dari lifepal.co.id, secara umum perbedaan saham dan obligasi ada pada hak yang dapat diperoleh oleh investor.

Saat perusahaan menerbitkan saham, berarti mereka menjual sebagian kepemilikannya atas perusahaan kepada pihak lain. Nah, berbeda dengan obligasi di mana saat perusahaan mengeluarkan obligasi, itu berarti mereka menerbitkan surat utang yang bisa dibeli.

Sehingga kamu yang memiliki obligasi berhak mendapatkan pembayaran dari pokok utang ditambah dengan bunga. Sedangkan saham adalah bentuk kepemilikan suatu perusahaan dan pemilik saham berhak mendapat keuntungan perusahaan atau yang kerap disebut dengan dividen.

Nah biar lebih mudah untuk dipahami, berikut 10 perbedaan saham dan obligasi

1. Badan yang dapat mengeluarkan
Saham: Perusahaan terbuka (Tbk.)
Obligasi: Perusahaan dan pemerintah

2. Pembagian keuntungan
Saham: Dividen, diambil dari keuntungan bersih perusahaan
Obligasi: harga pokok dan bunga

3. Jangka waktu
Saham: Tidak terbatas, selama perusahaan itu masih ada
Obligasi: Terbatas, jangka waktu pembayaran telah ditentukan

4. Kewajiban badan usaha untuk membayar
Saham: Hanya jika perusahaan untung
Obligasi: Wajib untuk dibayar sesuai tenggat waktu yang ada

5. Risiko investasi
Saham: Lebih besar, karena perusahaan bisa merugi maupun bangkrut
Obliasi: Lebih kecil, karena perusahaan wajib membayar, tidak memperdulikan keuntungan perusahaan

6. Keuntungan investasi
Saham: High risk, high reward. Jika untung, dapat menghasilkan uang dalam jumlah besar, lebih besar daripada obligasi.
Obligasi: Low risk, low reward. Pemegang obligasi pasti mendapatkan sejumlah keuntungan setiap tahunnya.

7. Apa yang terjadi jika perusahaan bangkrut (likuidasi)
Saham: Saham menjadi tidak berharga. Perusahaan membayar laba terakhir, jika ada.
Obligasi: Pemegang obligasi diprioritaskan untuk dibayar. Aset perusahaan yang tersisa bisa digunakan untuk membayar pemegang obligasi.

8. Sisi perpajakan
Saham: Dividen adalah bagian laba perusahaan setelah dikenai pajak
Obligasi: Bunga obligasi terlebih dahulu dikeluarkan sebagai biaya (tidak kena pajak)

9. Fluktuasi harga
Saham: Harga saham fluktuatif dan sensitif terhadap kondisi ekonomi makro dan mikro
Obligasi: Harga obligasi relatif stabil dan sensitif terhadap tingkat bunga dan inflasi

10. Hak suara atas perusahaan
Saham: Pemegang saham punya hak suara atas kebijakan perusahaan
Obligasi: Pemegang obligasi tidak punya hak suara atas kebijakan perusahaan

Demikian sejumlah perbedaan saham dan obligasi. Bagi kamu yang masih belajar investasi, jangan sampai keliru membedakan saham dengan obligasi ya!

(eds/eds)