Perusahaan Menara Telko Anak BUMN Mau IPO, Apa Untungnya Buat Warga RI?

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 11 Nov 2021 18:10 WIB
Teknisi sedang melakukan perawatan perangkat BTS 4G di atas menara di kota Bogor, Jawa Barat Jumat (13/3/2015). Saat ini XL terus Memperluas layanan 4G ke sejumlah kota-kota besar di Indonesia  termasuk di luar jawa. (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus menilai, rencana Initial Public Offering (IPO) yang akan dilakukan salah satu anak usaha PT Telkom (Persero) Tbk yakni PT DayaMitra Telekomunikasi (Mitratel) merupakan terobosan yang sangat bagus.

"Langkah keren, semoga infrastruktur telekomunikasi kita makin maju dan merata dengan adanya IPO ini," kata Politikus PDIP itu usai ikuti RDP dengan PT. Telkom (Persero) Tbk, Rabu (10/11/2021).

Dedy juga meyakini hasil IPO tersebut tidak hanya menaikkan kelas Mitratel ke kancah global namun dapat berefek signifikan terhadap induk usahanya itu sendiri.

"Kami menunggu dampak positif dari langkah IPO ini, bukan hanya berdampak pada Mitratel saja, tapi juga pada Telkom secara keseluruhan," ujarnya.

Menurut Dedy, langkah IPO juga merupakan langkah pembuktian bahwa industri telekomunikasi dalam negeri sangat mumpuni dan punya daya saing.

"Supaya menjadi player yang disegani, tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri," ujarnya.

Senada dengan Dedy, Anggota Komisi VI DPR RI dari fraksi partai Golkar, Nusron Wahid mengatakan, langkah IPO Mitratel layak untuk diapresiasi.

"Di tengah kelesuan ekonomi global, namun Mitratel mampu melakukan IPO dengan harga tinggi, artinya pasar menyambut positif IPO Mitratel tersebut," ujarnya.

Nusron optimis investor asing akan tertarik, apalagi bisnis telekomunikasi yang sudah terbuka lebar bagi investor asing, karena sektor ini sudah dikeluarkan dari Daftar Negatif Investasi (DNI). "Jadi asing bisa memiliki 100 persen," ucapnya lagi.

(dna/dna)