Banyak Karyawannya yang Kena COVID, Pendapatan Emiten Ini Turun 32%

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 17 Nov 2021 15:19 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksikan masih terus bergerak untuk kembali bangkit ke teritori positif. Pelaku bisnis brokerage pun optimis, perdagangan saham akan kembali bergairah ke arah positif.
Banyak Karyawannya yang Kena COVID, Pendapatan Emiten Ini Turun 32%
Jakarta -

Emiten PT Karya Bersama Anugerah Tbk. (KBAG) mencatatkan pendapatan kuartal III/2021 sebesar Rp 21,48 miliar atau turun 32,2% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 31,69 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 September 2021 yang belum diaudit, penurunan pendapatan tersebut dikarenakan menurunnya penjualan unit yang disebabkan meningkatnya kembali kasus Corona pada pertengahan 2021.

Corporate Secretary Karya Bersama Anugerah Lasiah Pipit menjelaskan banyak karyawan perseroan yang terkena COVID-19, sehingga cukup menggangu aktivitas operasional KBAG.

"Kami berharap omset penjualan akan meningkat, dengan adanya kegiatan promosi yang kami gelar sampai akhir tahun ini. Salah satunya dengan pameran yang ditunjang dengan promosi di media sosial, cara bayar yang mudah dengan program tunai bertahap," katanya, Rabu (17/11/2021).

Penurunan penjualan tersebut menyebabkan menurunnya kinerja laba kotor perseroan secara signifikan sebesar Rp 9,55 miliar atau turun sebesar 41,4% jika dibandingkan dengan kuartal tahun sebelumnya.

Selain itu, laba usaha perseroan juga mengalami penurunan yang signifikan sebesar 88,6 persen atau sebesar Rp 0,99 miliar yang disebabkan oleh kenaikan pada biaya pemasaran atau biaya marketing seiring dengan program pemasaran yang diluncurkan oleh perseroan.

Alhasil laba bersih perseroan ikut terpangkas signifikan sebesar 84,6 persen menjadi Rp1,74 miliar jika dibandingkan periode sebelumnya. Dari sisi aset, perseroan mencatatkan total asset pada periode 31 September 2021 sebesar Rp462,95 miliar, relatif stabil jika dibandingkan dengan total aset pada 31 Desember 2021 yang tercatat sebesar Rp463,49 miliar.

Dari sisi liabilitas, utang lancar perseroan tercatat sebesar Rp80,28 miliar, meningkat sebesar Rp1,05 miliar atau sebesar 1,3 persen jika dibandingkan dengan utang lancar pada Desember 2021, yang disebabkan kenaikan tipis pada hutang non usaha, sedangkan utang tidak lancar menurun sebesar Rp0,35 miliar atau turun 19,2 persen dibandingkan posisi Desember 2021.

Hal ini karena adanya penurunan hutang sewa. Perseroan berharap hingga akhir tahun ini, kinerja operasional dan keuangan dapat mengalami perbaikan dan membukukan peningkatan baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.

(fdl/fdl)