12 Emiten Terancam Terdepak dari Bursa, Ini Bocorannya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 14 Nov 2021 21:29 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap, sebanyak 12 perusahaan tercatat berpotensi delisting atau penghapusan saham oleh bursa. Perusahaan tersebut telah 24 bulan atau 2 tahun disuspensi.

"Sampai dengan saat ini, terdapat 12 perusahaan tercatat yang masih dalam keadaan suspensi lebih dari 24 bulan dan berpotensi untuk dilakukan proses delisting oleh bursa," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, Minggu (14/11/2021).

Dia mengatakan, selama tidak ada perbaikan maka emiten itu berpotensi untuk delisting. Ia pun menyinggung sejumlah emiten antara lain PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP), PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL), PT Kertas Basuki Rachmat Tbk (KBRI), dan PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk (JKSW).

"Selama tidak ada perbaikan kondisi yang menjadi penyebab dilakukannya suspensi LCGP, TRIL, KBRI, dan JKSW, maka perusahaan tercatat tersebut berpotensi untuk dilakukan delisting. Bursa akan mempertimbangkan upaya perbaikan kinerja yang dilakukan sebelum perusahaan tercatat tersebut ditetapkan delisting oleh bursa," katanya.

Dia menerangkan, LCGP, KBRI dan JKSW sebelumnya sudah menyampaikan keterbukaan informasi terkait rencana perbaikan. Namun, hingga saat ini belum ada perkembangan yang menunjukkan permasalahan terselesaikan.

"Terkait TRIL, suspensi disebabkan karena ada permasalahan going concern, walaupun berdasarkan laporan keuangan periode 30 Juni 2021 telah membukukan pendapatan. Sampai saat ini masih terdapat concern dari bursa terkait laporan keuangan periode sebelumnya yang harus dilakukan perbaikan," ujarnya.

"Selain itu, bursa juga melakukan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan kondisi potensi delisting tersebut. Sebagaimana diketahui berdasarkan POJK No. 3/POJK.04/2021 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal, diatur bahwa perusahaan tercatat yang di-delisting oleh bursa diwajibkan mengubah statusnya dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup dengan melakukan pembelian kembali atas seluruh saham yang dimiliki oleh pemegang saham publik (buyback)," paparnya.

(acd/dna)