Sah! Grab Melantai di Bursa AS

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 02 Des 2021 22:45 WIB
Grab
Ilustrasi Grab (Foto: detikcom/Adi Fida Rahman)
Jakarta -

Perusahaan aplikasi transportasi Grab melantai di Bursa Amerika Serikat (AS) pada Kamis waktu setempat. Grab melantai di bursa Nasdaq.

Melantainya Grab di bursa AS ditandai dengan seremoni penekanan bel yang disiarkan secara online, Kamis (2/12/2021). Seremoni ini dihadiri karyawan, mitra pengemudi hingga merchant.

"Selamat datang di upacara pembukaan bel pertama Nasdaq," kata CEO Grab Anthony Tan.

Dia mengatakan, kini Asia Tenggara tengah bersinar. Menurutnya, Asia Tenggara menjadi rumah bagi perusahaan teknologi tumbuh.

Dia juga menuturkan, Grab kini telah menjadi aplikasi super. Pada kesempatan ini, ia mengucapkan terima kasih pada sejumlah pihak.

"Terima kasih dukungan dari jutaan pengemudi, mitra agen pedagang bekerja keras setiap hari untuk orang yang Anda cintai," katanya.

Perusahaan asal Asia Tenggara ini melakukan pencatatan sahamnya setelah merger senilai US$ 40 miliar atau setara Rp 568 triliun (kurs Rp 14.200) dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus (Special Purpose Acquisition Company/SPAC) yang bernama Altimeter.

Dikutip dari Reuters, melalui merger tersebut, Grab mendapatkan dana segar US$ 4,5 miliar atau setara Rp 63,9 triliun, termasuk suntikan modal dari Altimeter pada April lalu sebesar US$ 750 juta.

Para analis menilai ruang bisnis Grab dalam ranah pengiriman makanan dan layanan keuangan masih cukup besar di Asia Tenggara. Apalagi wilayah ini memiliki jumlah penduduk 650 juta orang.

Nilai ekonomi internet Asia Tenggara juga diperkirakan akan meningkat dua kali lipat menjadi US$ 360 miliar pada tahun 2025. Meskipun Grab tidak sendiri menggarap pasar tersebut, ada Sea Ltd dan Grup GoTo Indonesia.

GoTo sendiri berencana melakukan IPO di dalam negeri pada 2022 setelah menyelesaikan penggalangan dana pribadi senilai US$ 2 miliar.

(acd/dna)