Pandemi Nggak Kelar-kelar, Kapan Jam Perdagangan Saham Balik Normal?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 06 Des 2021 17:10 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Jam perdagangan saham telah dipangkas sejak Maret 2020 atau awal COVID-19 merebak. Sudah setahun lebih, jam perdagangan bursa tak mengalami perubahan.

Varian Omicron pun muncul dan menjadi ancaman dunia. Lantas, apakah bisa jam perdagangan saham kembali normal di tahun depan?

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W Widodo mengatakan, pihaknya belum tahu apakah jam perdagangan akan kembali normal di tahun depan. Pihaknya sedang berdiskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan para pemangku kepentingan terkait.

"Sampai saat ini saya juga belum tahu, ini masih merupakan suatu di mana kita masih berdiskusi tentunya dengan OJK dan juga kita melakukan survei kepada stakeholder kita, utamanya para AB terkait hal ini," katanya dalam konferensi pers, Senin (6/12/2021).

Ia mengatakan, pihaknya belum tahu dampak varian baru tersebut. Sejalan dengan itu, pemerintah melakukan antisipasi melalui sejumlah pembatasan-pembatasan pada libur Natal dan Tahun Baru.

Untuk mengembalikan jam perdagangan, BEI akan melihat dampak dari varian baru tersebut. Setelah itu, BEI akan mengambil keputusan apakah jam perdagangan langsung dikembalikan seperti semula atau dilakukan secara bertahap.

"Jadi mungkin tentunya kita harus melihat dulu dampak ini, yang mungkin kita baru lihat di awal-awal 2022 sebelum mengambil keputusan bagaimana dengan trading parameter yang ada saat ini, apakah akan dikembalikan segera, atau secara bertahap atau bagaimana," ujarnya.

"Ini masih juga dalam diskusi dan pembahasan antara kami dengan Bursa Efek Indonesia. Itu yang bisa saya jawab. Jadi masih wait and see dan masih dalam diskusi dengan pihak-pihak terkait dengan otoritas maupun pelaku pasar," tutupnya.

Tonton juga Video: Blak-Blakan Oscar Darmawan, Kripto Cuma Alternatif Investasi

[Gambas:Video 20detik]



(acd/das)