ADVERTISEMENT

Pendapatan Mitratel Diprediksi Capai Rp 8,45 T, Apa Indikatornya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 06 Des 2021 18:25 WIB
Teknisi melakukan perawatan pemancar Base Transceiver Station (BTS) 4G milik PT Telkomsel di Jakarta, Rabu (28/10/205). Telkomsel terus menambah cakupan dan meningkatkan kualitas jaringan 4G LTE di Indonesia, hingga saat ini Telkomsel mengklaim memiliki lebih dari 1,5 juta pelanggan. Rachman Haryanto/detikcom.
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pendapatan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL/Mitratel) diprediksi mencapai Rp 8,45 triliun pada 2022 atau naik 19,69%, dari perkiraan pendapatan 2021 sebesar Rp 7,06 triliun.

BCA Sekuritas dalam sebuah risetnya bicara soal prospek saham MTEL. Dalam riset BCA Sekuritas yang dibuat Mohammad Fakhrus Arifin dan Pandu Anugrah, MTEL memiliki prospek yang baik mengingat bisnis infrastruktur telekomunikasi yang besar.

Hal ini didorong dengan besarnya perkembangan industri telekomunikasi yang didukung masifnya bisnis digital, pertumbuhan penyewaan menara di luar Jawa akan tinggi ke depannya. Apalagi, adanya keinginan operator untuk memperluas jangkauan terutama di luar Jawa.

"Laba bersih MTEL, kami perkirakan naik 51,90% menjadi Rp 2,40 triliun pada 2022, dari perkiraan laba sebesar Rp 1,58 triliun pada 2021," ungkap kedua analis itu, Senin (6/12/2021).

Saham MTEL direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.150 per unit. Target tersebut 43,75% di atas harga initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebesar Rp 800 per saham.

Harga saham MTEL saat ini berada di level Rp 785 per lembar saham. Pada IPO Senin (22/11), harga saham MTEL berada di level Rp 800.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT