Pemerintah Tarik Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa RI Naik ke US$ 145,9 M

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 07 Des 2021 10:25 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih berada di level Rp 14.100. Dolar AS sempat tersungkur dari level Rp 14.500an hingga ke Rp 14.119 pada Sabtu pekan lalu.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2021 US$ 145,9 miliar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Oktober 2021 sebesar US$ 145,5 miliar.

Kenaikan cadangan devisa ini dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan posisi cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 8,3 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor," kata Erwin dalam keterangan tertulis, Selasa (7/12/2021).

Dia menyebutkan cadangan devisa ini mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. BI memandang cadangan devisa Indonesia tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga.

"Seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi," jelas dia.

(kil/ara)