Dihajar COVID-19, Bakrie & Brothers Masih Rugi Rp 45 Miliar

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 10 Des 2021 11:39 WIB
Rakernas PRSI 2022 di Bali, Minggu (5/12/2021)
Foto: dok.PRSI
Jakarta -

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) masih mencatatkan kerugian Rp 45 miliar hingga kuartal III-2021. Kondisi tersebut diakui akibat pandemi virus Corona (COVID-19) yang melanda Indonesia.

Kerugian di 9 bulan pertama 2021 setidaknya berhasil ditekan dibandingkan periode yang sama 2020, yang mana Bakrie & Brothers membukukan kerugian Rp 240 miliar.

"Bahwa 2020-2021 bukan tahun yang mudah untuk bisnis yang ada di Bakrie & Brothers saat ini," kata Direktur Utama BNBR Anindya Novyan Bakrie dalam paparan publik virtual, Jumat (10/12/2021).

Selain itu pendapatan perusahaan di 2021 ini lebih rendah dibandingkan 2020. Hingga kuartal III tahun ini, perusahaan memperoleh pendapatan Rp 1,57 triliun, lebih rendah dari periode yang sama di 2020 sebesar Rp 1,97 triliun.

"Di sini juga terlihat walaupun pendapatan -karena perlu diingat bisnis inti kita ini berbau infrastruktur dan infrastruktur support- disini kita lihat infrastruktur dengan adanya COVID banyak tentunya tertunda. Bahkan pembayaran juga kadang-kadang lebih lambat. Ini yang menyebabkan revenue 9 bulan pertama 2020 lebih tinggi daripada 2021, 2019 lebih tinggi dari 2020. Tapi kita lihat peningkatannya sudah terlihat," tuturnya.

EBITDA perusahaan juga sudah menunjukkan peningkatan dari kuartal I hingga ke kuartal III, secara berurutan dari Rp 26 miliar menjadi Rp 78 miliar.

"Kita lihat di tahun 2021 EBITDA sudah mulai melakukan V Shape dalam 9 bulan pertama. Ini menandakan bahwa kita punya efisiensi program pada bisnis yang ada itu berjalan," tambahnya.



Simak Video "Skandal Jiwasraya, Benny Tjokro Bungkam soal Keterlibatan Grup Bakrie"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/das)