4 Hal yang Wajib Kamu Tahu soal Allo Bank

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 12 Jan 2022 06:30 WIB
Chairul Tanjung
Chairul Tanjung/Foto: Danang Sugianto
Jakarta -

PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) belakangan ini tengah menarik perhatian para pelaku pasar modal. Maklum, selain baru saja sukses melakukan rights issue, bank digital ini juga akan meluncurkan aplikasi supernya.

Setelah sukses melakukan rights issue, Founder and Chairman CT Corpora sekaligus Ultimate Shareholder Allo Bank, Chairul Tanjung secara seremonial melakukan pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Usai melakukan pembukaan, CT pun menggelar konferensi pers dan buka-bukaan terkait Allo Bank. Mulai dari menjamin investor saham BBHI bisa tidur nyenyak, pengembangan bisnis, hingga rencana peluncuran aplikasi super.

1. Jamin Besar Keuntungannya

CT mengatakan Allo Bank ditunjang oleh ekosistem bisnis yang akan mendukung kinerja perusahaan. Oleh karena itu, dia menjamin Allo Bank akan tumbuh menjadi bank yang besar dan untung.

"Kami menjamin Allo bank akan besar secara transaksi, nasabah, tapi juga besar secara profitability, karena ini penting untuk jaga sustainability dari Allo Bank ini," katanya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (11/1) kemarin.

CT meyakini, jumlah pelanggan Allo Bank akan mencapai puluhan juta pada saatnya nanti. Keyakinan ini didukung oleh lengkapnya ekosistem bisnis yang menunjang Allo Bank. "Bahkan minggu pertama saat Apps-nya di-launching, kami targetkan dari 1 minggu pertama bisa 1 juta account," katanya.

2. Punya Ekosistem Terbesar

CT mengungkapkan bahwa kunci sukses bank digital adalah di dalam ekosistemnya, CT Corp dengan ekosistem yang besar menjadi modal penting dalam menunjang bisnis Allo Bank.

"Anda tentu tahu kami memiliki jaringan ritel Transmart. Kita juga punya metro department store, ada high end store, kita juga punya f&b, kita juga punya digital media, lebih dari 100 juta unit visitor yang kita miliki dalam digital media kami," kata CT.

Dengan ekosistem yang kuat, CT yakin ini jadi modal penting dalam digitalisasi yang saat ini berkembang sangat pesat. Maka itu, kolaborasi juga menjadi kunci. "Oleh karena itu kami undang ekosistem lain bersama-sama membangun Allo Bank ini," katanya.

3. Diluncurkan Maret

CT mengungkapkan bahwa aplikasi Allo Bank rencananya akan resmi diluncurkan pada Maret 2022. Dia menargetkan untuk 1 minggu pertama akan mendapatkan 1 juta pengguna.

"Karena saya berkomunikasi dengan pemilik dan chairman dari KakaoBank di Korea. KakaoBank dalam minggu pertama mampu meregister 1 juta customer, masa kita kalah dengan KakaoBank," tambahnya.

Untuk tahun pertama sendiri Allo Bank menargetkan bisa menggaet 10 juta pengguna. Target itu diyakini akan terus bertambah hingga mencapai target utamanya 50 juta pengguna.

"Targetnya dari kolonial, milenial, sampe zilenial. Karena ada Allo Pay yang tidak perlu KTP. Jadi kalau ngasih uang jajan ke anaknya kasih Allo Pay saja," tambah CT.

Untuk strateginya sendiri CT mengungkapkan akan mengedepankan insentif ketimbang unsur paksaan. CT menjelaskan maksudnya adalah Allo Bank akan memberikan berbagai benefit yang berkaitan dengan ekosistem dari CT Corp. Dia mencontohkan seperti diskon langsung belanja di Transmart dan merek-merek makan dan minuman di bawah CT Corp.

4. Jamin Investor Bisa Tidur Nyenyak

CT juga mengajak para investor yang bergabung dalam Allo Bank tak perlu cemas. Dia bilang, kerja sama antara para investor strategis terikat pada satu perjanjian yang berlaku selama tiga tahun.

"Jadi selama 3 tahun tidak boleh, mau CT Corp, Mega Corp atau siapapun menjual sahamnya. Nah ini memastikan investor ritel itu terlindungi kepentingannya, agar tidak terjadi hal-hal," katanya.

"Ya kita tahu pernah terjadi tiba-tiba investor itu melakukan penjualan masif yang menyebabkan penurunan harga. Untuk menjamin itu kita punya perjanjian lock up 3 tahun dari pencatatan, jadi long way to go. Jadi para investor ritel bisa tidur nyenyak di rumah," tambahnya.

Seperti diketahui, CT Corp, Salim Group, Bukalapak, anak usaha Grab , Carro dan Growtheum Capital Partners berpartisipasi bersama dalam rights issue Allo Bank. Right issue ini akan meningkatkan modal inti Bank Allo menjadi lebih dari Rp 6 Triliun dan membuat Bank Allo menjadi salah satu bank digital dengan permodalan yang kuat di Indonesia.

(das/fdl)