Kunci Saham Allo Bank, CT Jamin Investor Bisa Tidur Nyenyak

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 12 Jan 2022 11:08 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Founder and Chairman CT Corpora sekaligus Ultimate Shareholder Allo Bank, Chairul Tanjung menjamin harga saham Allo Bank akan terjaga. Hal ini mengingat adanya perjanjian dengan mitra strategisnya untuk tidak menjual saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) atau disebut kebijakan lock up period.

Pria yang akrab disapa CT itu mengatakan kebijakan itu berlaku selama tiga tahun. Hal ini dilakukan agar bisa melindungi harga saham yang bisa turun jika tiba-tiba investor menjualnya.

"Untuk menjamin itu kita punya perjanjian lock up 3 tahun dari pencatatan, jadi long way to go. Jadi para investor ritel bisa tidur nyenyak di rumah," ucap CT dalam konferensi pers di BEI, Jakarta, dikutip Rabu (12/1/2022).

"Jadi selama 3 tahun tidak boleh, mau CT Corp, Mega Corp atau siapapun menjual sahamnya. Nah ini memastikan investor ritel itu terlindungi kepentingannya, agar tidak terjadi hal-hal," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, CT meyakini Allo Bank akan menjadi bank digital yang sukses di Indonesia. Hal itu karena Allo Bank ditopang oleh satu ekosistem yang besar yang dimiliki oleh para pemegang sahamnya.

"Kunci sukses bank digital adalah di dalam ekosistemnya, CT Corp punya ekosistem yang besar," tuturnya.

CT Corp sendiri memiliki banyak lini bisnis mulai dari ritel, makanan dan minuman, department store hingga hiburan dan media. Belum lagi ditambah pemegang saham Allo Bank lainnya, Salim Group yang juga punya banyak jaringan bisnis.

"Kalau digabung ekosistem fisik dengan CT Corp, kami mungkin yang terbesar. Bayangkan ada jaringan minimarket, ada superindo, kalau ekosistem fisik kami digabung berdua, kami bisa men-declare we are the biggest," ungkapnya.

Tak hanya itu, Allo Bank juga didukung oleh ekosistem digital lainnya yang juga bergabung dalam Allo Bank. "Makanya muncul Bukalapak, Grab, Traveloka, Carro, dan sebagainya," kata CT.

Seperti diketahui Allo Bank tengah melakukan aksi korporasi menambah modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Perusahaan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 10,04 miliar saham atau setara 46,24% dari modal disetor perusahaan dengan harga pelaksanaan Rp 478 per saham. Artinya, Allo Bank berpotensi meraih dana rights issue senilai Rp 4,80 triliun.

Simak Video: CT Perkenalkan Allo Bank Saat Buka Perdagangan Pasar Saham di BEI

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)