Wall Street Rontok Bikin Deretan Saham Ini Boncos, Biang Keroknya Ini Toh!

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 20 Jan 2022 08:22 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada Rabu (19/1) turun karena bayang-bayang lonjakan suku bunga mewarnai perdagangan awal tahun. Nasdaq Composite turun hingga membuatnya lebih rendah 10% dari rekor November.

Nasdaq Composite turun 1,15% jadi 14.340,26 karena investor terus melepas saham teknologi. Dow Jones Industrial Average turun 339,82 poin jadi 35.028.65, terseret oleh penurunan 3,1% saham Caterpillar. S&P 500 juga turun hampir 1% jadi 4.532,76.

Kenaikan imbal hasil obligasi mengganggu pasar pada tahun ini karena investor bersiap kemungkinan pengetatan agresif oleh bank sentral Federal Reserve (The Fed). Imbal hasil Treasury 10-tahun AS mencapai 1,9% sebelumnya pada Rabu, level tertinggi sejak Desember 2019.

Anjloknya Nasdaq dipimpin oleh saham-saham pertumbuhan yang valuasinya menggelembung selama pandemi. Saham Peloton turun lebih dari 80% dari harga tertinggi, Zoom telah berkurang lebih dari 70%. Lalu Moderna, DocuSign, dan Paypal semuanya turun lebih dari 40% dari level tertingginya.

Lonjakan suku bunga memukul Nasdaq yang dihuni saham teknologi. Pendapatan masa depan saham teknologi terlihat kurang menarik ketika suku bunga sedang naik. Perusahaan teknologi juga mengandalkan suku bunga pinjaman yang rendah untuk berinvestasi.

"Investor khawatir bahwa suku bunga yang lebih tinggi dan kondisi keuangan yang lebih ketat akan menyebabkan kompresi penilaian, yang pada dasarnya membatalkan sebagian besar sumbangan Fed selama satu dekade," kata Mitra Pendiri Cresset Capital dan CIO, Jack Ablin dikutip dari CNBC, Kamis (20/1/2022).

Pendapatan Bank of America mengalahkan perkiraan Wall Street karena merilis cadangan kerugian pinjaman terkait pandemi. Sahamnya rebound 0,4%.

Saham Morgan Stanley naik 1,8% setelah laba kuartal IV bank melampaui perkiraan. Saham Procter & Gamble melonjak hampir 3,4% setelah raksasa konsumen itu melaporkan pendapatan kuartal II melampaui ekspektasi Wall Street. Perusahaan juga menaikkan prospek pertumbuhan penjualan.

(aid/ara)