Jual-Beli Surat Berharga Bisa 'Modal Jempol', Caranya Gimana?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 31 Mar 2022 17:05 WIB
An anonymous businesswoman analyzing financial graphs on her smartphone.
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/FreshSplash
Jakarta -

Jual dan beli surat berharga bisa dilakukan melalui aplikasi. FSB Indonesia, perusahaan teknologi finansial (financial technology/fintech) merilis Fundo sebagai platform lelang surat berharga.

"Berbagai produk dan layanan tekfin kami yang berada di platform lelang surat berharga Fundo menawarkan proses yang unik dan lebih baik dalam menjual dan membeli surat berharga. Platform lelang kami secara intrinsik telah dirancang dan diatur untuk dapat menawarkan produk investasi yang didasarkan pada keuntungan, bukan bunga," kata Founder dan CEO FSB Indonesia, Aida Sutanto dalam keterangannya, Kamis (31/3/2022).

Fundo menyediakan solusi bagi investor pemula dan profesional hingga investor individu dan institusional, untuk dapat membantu mencapai tujuan finansial mereka dan meningkatkan portofolio investasi mereka. Melalui pendekatan yang berisiko sedang dan dengan prinsip penghasilan berdasarkan keuntungan, bukan bunga, Fundo mendukung UMKM dan membantu menciptakan lapangan kerja.

"Misi Fundo adalah untuk turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan mendukung UMKM dan mendorong penciptaan lapangan kerja yang berkesinambungan. Melalui proses lelang Fundo yang unik dan transparan, UMKM dapat memperoleh pendanaan dan modal kerja cepat untuk mengoptimalkan arus kas mereka, menciptakan lapangan kerja, dan mengembangkan bisnis mereka," kata Aida.

Pendekatan manajemen yang lebih terdepan merupakan kunci untuk dapat menawarkan produk investasi surat berharga dengan harga yang kompetitif dan risiko yang sedang.

"Di Fundo, kami melakukan uji tuntas yang menyeluruh dan hanya memilih perusahaan atau organisasi yang memiliki rekam jejak yang baik dan yang memiliki piutang dari perusahaan terkemuka. Kami dapat menyediakan lingkungan yang aman dan transparan bagi para pengguna kami untuk berinvestasi serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dengan mendukung perusahaan dan bisnis lokal di Indonesia dengan menggunakan proses manajemen risiko dan prosedur operasional yang efektif, dan selalu mengikuti peraturan dari regulator," tutup Aida.

(acd/ara)