BI Sebut Rupiah Lebih Perkasa Dibanding Baht hingga Ringgit

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 19 Apr 2022 15:30 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
Foto: Dok. Tangkapan layar konpers Bank Indonesia
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar Rupiah bergerak stabil selama bulan April 2022 ditopang berlanjutnya pasokan valas domestik, aliran masuk modal asing, dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih berlangsung. Dari data Jisdor per 18 April 2022 tercatat Rp 14.356 per dolar AS.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan dengan perkembangan tersebut, Rupiah sampai dengan 18 April 2022 tercatat depresiasi sekitar 0,7% dibandingkan dengan level akhir 2021.

"Relatif lebih rendah dibandingkan depresiasi dari mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti Thailand 0,77%, Malaysia 2,1%, dan Filipina 2,45%," kata dia dalam konferensi pers, Selasa (19/4/2022).

Dia mengungkapkan ke depan, stabilitas nilai tukar Rupiah diprakirakan tetap terjaga didukung oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tetap baik, terutama oleh lebih rendahnya defisit transaksi berjalan.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan bekerjanya mekanisme pasar dan fundamental ekonomi," jelasnya.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2022 tercatat sebesar US$ 139,1 miliar, setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Ke depan, tingginya harga komoditas global diprakirakan akan menopang peningkatan nilai ekspor untuk tahun 2022 sehingga defisit transaksi berjalan diprakirakan akan lebih rendah, yaitu menjadi 0,5% - 1,3% dari PDB, menurun dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 1,1% - 1,9% dari PDB.



Simak Video "Daftar 21 Bank dengan Biaya Transfer Cuma Rp 2.500"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)