Anak BUMN Pangkas Rugi, Kapan Bisa Untung dari Bisnis Beton?

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 09 Mei 2022 08:00 WIB
Pekerja membuat spunpile untuk proyek tol Semarang-Demak dan Cibitung-Cilincing di PT Waskita Beton Precast Plant Karawang, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Di Plant ini dibuat beton spunpile untuk proyel Tol Semarang Demak, Cilincing- Cibitung, Beton Girder untuk proyek Jakarta Cikampek 2 Selatan dan beton Tetrapod pengaman pantai untuk di eksport ke Singapura.
Foto: Agung Pambudhy

Incar Proyek di IKN

WSBP menargetkan nilai kontrak baru di 2022 dapat tumbuh sekitar 30% dibandingkan capaian 2021. Anak usaha PT Waskita Karya Tbk ini juga membidik proyek-proyek di Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Dalam jangka pendek, WSBP memiliki captive market menyuplai produk precast dan readymix ke proyek jalan tol Waskita Karya yang didanai oleh PMN dari Pemerintah.

"Sementara untuk 3 - 5 tahun ke depan ada potensi pasar dari pembangunan ibu kota negara baru (IKN)," ucapnya.

Per Maret 2022, WSBP berhasil membukukan beberapa proyek jalan tol besar diantaranya Proyek Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing seksi 2, dan Proyek Jalan Tol Ciawi-Sukabumi seksi 2. Untuk proyek di luar jalan tol, WSBP juga tengah berkontribusi dalam proyek Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas, Infrastruktur G20 hingga Proyek Manyar Smelter.

Selain itu, WSBP juga terus menggencarkan ekspansi ke pasar luar negeri terutama di Kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika. Bersama dengan Waskita Karya selaku induk usaha, kami tengah menjajaki peluang proyek di beberapa negara di Afrika.

"Kami optimis produk beton pra-cetak Indonesia akan mampu bersaing di pasar global," tambahnya.



Simak Video "Kasus Korupsi Waskita Beton Naik Penyidikan, Negara Rugi Rp 1,2 T"
[Gambas:Video 20detik]

(das/zlf)