Menerka Penyebab IHSG yang Jeblok Dua Hari Berturut-turut

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 10 Mei 2022 15:03 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengungkapkan memang kenaikan suku bunga The Fed turut mempengaruhi indeks saham dan rupiah.

Meskipun di Indonesia kondisi fundamental dalam negeri cukup bagus, namun tidak kuat menahan gempuran dari eksternal. Apalagi di Amerika Serikat juga sedang menunggu data inflasi yang angkanya diprediksi masih di kisaran 8%.

Menurut Ibrahim, dengan naiknya suku bunga acuan AS ini maka akan membuat dolar AS menguat. Nah penguatan dolar AS ini akan membuat barang-barang komoditas yang melawan dolar menjadi mahal. Jika indeks dolar terus meningkat maka pasar akan khawatir adanya resesi.

"Jika bunga acuan naik, maka modal-modal asing yang ada di negara lain termasuk di Indonesia itu lebih pilih invest di dolar AS. Karena itu lebih aman dibandingkan mata uang lain. Apalagi dolar AS saat ini masih sangat kuat dan berpengaruh," kata Ibrahim.

Tak cuma The Fed, Ibrahim juga menyebut pasar khawatir dengan kondisi ketegangan Rusia dan Ukraina. Di mana Presiden Vladimir Putin sempat mendeklarasikan perang terbuka dan dikhawatirkan menjadi perang dunia ketiga.



Simak Video "GoTo Akan IPO, Ini Kata Analis"
[Gambas:Video 20detik]

(kil/das)