Siap-siap! IHSG Diramal Masih Akan Turun sampai Level 6.500

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 10 Mei 2022 17:01 WIB
FRANKFURT AM MAIN, GERMANY - FEBRUARY 10:  An Index board is pictured during a trading session at the Frankfurt Stock Exchange on February 10, 2011 in Frankfurt am Main, Germany. According to media reports Deutsche Boerse, which owns the Frankfurt exchange, is in talks to buy NYSE Euronext, which owns the New York Stock Exchange as well as exchanges in Paris, Lisbon, Amsterdam and Brussels. Should the acquisition go through the new company would be home to publicly traded companies worth USD 15 trillion, or about 28 percent of global stock-market value.  (Photo by Ralph Orlowski/Getty Images)
Foto: Getty Images/Ralph Orlowski
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun dan meninggalkan level 7.000-an sejak kemarin. IHSG pun hari ini kembali merah, ditutup turun 1,30% ke level 6.819.

Ekonom dan Praktisi Pasar Modal Lucky Bayu Purnomo memprediksi tren pelemahan IHSG masih akan berlanjut. Dia perkirakan penurunan bisa menyentuh level terendah 6.500.

"Bottom line-nya itu indeks ada di 6.500, itu terendah ya. Jadi harus siap-siap dengan angka itu," kata Lucky saat dihubungi, Selasa (10/5/2022).

Menurut Lucky jika sudah menyentuh level 6.500 maka seharusnya tekanan sudah selesai dan bisa menemukan keseimbangan baru.

Dia mengungkapkan penyebab tersungkurnya indeks ini karena sentimen eksternal dan internal. Seperti pengaruh dari indeks Dow Jones sampai kondisi laporan perekonomian Indonesia pada kuartal I 2022 ini.

Analis Edwin Sebayang mengungkapkan IHSG memang tertekan dengan aksi jual yang terus terusan terjadi. Bahkan dia memprediksi jika indeks akan turun hingga di bawah level 6.900.

"Selasa ini awan mendung tekanan jual di Bursa Indonesia diperkirakan masih berlangsung membuat IHSG diperkirakan akan turun di bawah level 6.900 menyusul kembali tajamnya kejatuhan Indeks di Wall Street di hari Senin dimana Indeks DJIA turun nyaris -2% sementara Indeks saham berbasis teknologi Nasdaq jatuh lebih tajam sebesar -4,3%," kata dia.

Edwin mengungkapkan, perkiraan tekanan jual di Bursa Indonesia ini diperparah dengan runtuhnya harga beberapa komoditas seperti WTI Crude Oil yang minus 7,47%, emas minus 1,58%, batu bara minus 1,35%, CPO minus 0,57% dan nikel yang minus hingga 7,9%.



Simak Video "GoTo Akan IPO, Ini Kata Analis"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)